halaman7.com – Gayo Lues: Menanggapi dampak pascabencana alam luapan sungai yang membawa material sampah kayu, jajaran Babinsa Koramil Putri Betung, Kodim Gayo Lues bersama personel BKO Batalyon TP/855 Raksaka Dharma bergotong royong di Desa Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Sabtu 11 April 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan Jembatan Perintis yang sempat tersumbat tumpukan kayu gelondongan dan material sampah hanyut. Penyumbatan ini menjadi perhatian serius karena menghambat laju debit air sungai. Dikhawatirkan dapat memicu banjir luapan ke pemukiman warga jika terjadi hujan susulan.
Aksi pembersihan ini untuk mengembalikan fungsi aliran sungai agar tetap lancar. Dengan bersihnya kolong jembatan dari hambatan kayu dan sampah, resiko air meluap ke area perumahan warga dapat diminimalisir secara signifikan.
Diharapkan melalui kegiatan ini, infrastruktur jembatan tetap terjaga kekuatannya dan masyarakat dapat merasa lebih aman serta tenang. Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui kecemasan akan banjir kiriman.
Babinsa Koramil Putri Betung, Serka Juanda Kruas mengatakan, TNI harus selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. Bersama dari Yonif 855/RD dan warga bergerak cepat mengevakuasi kayu-kayu gelondongan ini.
“Fokus kami adalah memastikan jalur air di bawah Jembatan Perintis kembali normal, sehingga jika ada kenaikan debit air sungai lagi, air bisa mengalir lancar tanpa merendam rumah warga,” ujarnya
Kepala Desa Gumpang Lempuh, Irwansyah, sangat berterima kasih atas bantuan dari TNI, baik dari Koramil maupun BKO Batalyon TP 855/RD. Kehadiran mereka membangkitkan semangat gotong royong warga.
“Dengan bersihnya sumbatan di jembatan ini, kekhawatiran kami akan banjir susulan yang masuk ke rumah warga kini jauh berkurang. Jembatan juga kembali aman dilalui,” ujaranya.[ril – Kasim syah | red 01]

















