halaman7.com – Sabang: Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) sepanjang 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, sebanyak 8.079 wisatawan asing telah berkunjung ke Pulau Weh selama 2025. Angka ini melampaui capaian 2024 yang berjumlah 6.023 orang.
Kenaikan signifikan ini menjadi indikator vital bagi pulihnya kepercayaan pasar internasional terhadap sektor pariwisata daerah.
“Peningkatan ini menunjukkan promosi pariwisata Sabang mulai memberikan hasil yang positif. Kami melihat minat wisatawan, khususnya dari Malaysia dan daratan Eropa, terus bertambah secara konsisten,” ungkap Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Sabang,Murdiana Sabtu 28 Februari 2026.
Dikatakan, Sabang kini tidak hanya menjadi favorit bagi pelancong regional, tetapi juga mulai merambah pasar global yang lebih luas.
Sektor pasar Malaysia menjadi sorotan utama dalam statistik tahun ini. Wisatawan asal Negeri Jiran tercatat melonjak drastis mencapai 2.622 orang, berbanding jauh dengan angka di tahun 2024 yang hanya menyentuh 589 orang.
Kedekatan geografis serta kemiripan budaya (rumpun Melayu) disinyalir menjadi faktor pendorong utama tingginya arus kunjungan dari Malaysia. Selain Malaysia, minat wisatawan dari benua Eropa tetap stabil dan menunjukkan kurva positif. Belanda memimpin dengan 394 kunjungan, disusul Jerman sebanyak 328 orang, Prancis 225 orang, dan Inggris dengan 124 kunjungan.
“Meski jumlah kunjungan melalui kapal pesiar (cruise ship) mengalami fluktuasi dan sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya, namun secara keseluruhan tren kunjungan wisman melalui jalur reguler tetap meningkat tajam,” tambah Murdiana.
Tak hanya Eropa, penetrasi pasar di wilayah Asia Timur dan Amerika juga mulai terlihat. Kunjungan wisatawan asal China meningkat dari 219 orang pada 2024 menjadi 365 orang pada 2025. Sementara itu, wisatawan dari Australia tercatat sebanyak 134 orang dan Amerika Serikat 71 orang.
Lebihlanjut dikatakan, Fokus pengembangan diarahkan pada wisata minat khusus seperti diving, sailing, dan heritage tourism (wisata sejarah). Peningkatan jumlah wisman ini diharapkan tidak hanya berdampak pada angka statistik semata, tetapi mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi penguatan ekonomi riil masyarakat Sabang, mulai dari peningkatan okupansi hotel hingga perputaran rupiah di sektor UMKM.[ril | M Munthe]

















