halaman7.com – Sabang: Sejalan dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata berbasis edukasi dan budaya, kawasan kota tua di Kota sabang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi perkembangan wisata sejarah di ujung barat indonesia.
Kawasan kota tua di Kota Sabang mulai diproyeksikan sebagai destinasi wisata sejarah yang menguatkan identitas lokal di tengah perkembangan kota.
Pengembangan ini diproyeksikan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang tetap berpijak pada pelestarian sejarah dan budaya.
“Kota tua Sabang tidak hanya menyimpan nilai sejarah tetapi juga menjadi ruang edukatif bagi generasi muda dan wisatawan untuk memahami perjalanan panjang kota ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia, Senin 6 April 2026.
Dijelaskan, sejumlah bangunan peninggalan masa kolonial hingga jejak pertahanan Jepang masih berdiri dan menjadi saksi perjalanan panjang kota paling barat Indonesia tersebut.
Kawasan kota tua memiliki nilai penting sebagai ruang pembelajaran sejarah. Melalui pendekatan pelestarian, pemerintah berupaya menghadirkan kembali cerita masa lalu dalam konteks kekinian yang tetap fungsional bagi masyarakat.
Pengembangan wisata kota tua merupakan bagian dari strategi pelestarian sejarah sekaligus penguatan identitas lokal di tengah arus modernisasi yang terus berkembang. Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkaya pilihan wisata tematik dan edukasi di Kota Sabang.
Ia menambahkan, saat ini, area tersebut masih menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat. Pemerintah Kota Sabang juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas sejarah dan pegiat budaya lokal. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menggali narasi-narasi lokal yang dapat memperkaya pengalaman wisata sejarah bagi pengunjung.
“Kami ingin kota tua ini hidup kembali sebagai ruang publik yang produktif tanpa kehilangan jati dirinya. Kawasan kota tua Sabang mencakup sejumlah titik bersejarah, antara lain Gedung Eks Kantor Pos dan Telegraf, benteng peninggalan Jepang di kawasan Kota Atas, hingga dermaga tua yang pada masa penjajahan berperan sebagai jalur utama logistik dan militer.[ril | M Munthe]

















