10 Hari tak Diangkut, Warga Ceurih Ulee Kareng Keluhkan Tumpukan Sampah

ilustrasi

halaman7.com – Banda Aceh: Warga Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, mengeluhkan lambannya pengangkutan sampah oleh petugas kebersihan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, sampah rumah tangga disebut-sebut tidak diangkut hingga lebih dari 10 hari.

Keluhan itu disampaikan warga di kawasan Komplek Pos Ceurih pada Jumat 22 Mei 2026. Mereka mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir dan semakin meresahkan karena tumpukan sampah mulai meluber dari tempat penampungan warga.

“Hari ini sudah 11 hari sampahnya tidak diangkut,” ujar salah seorang warga.

Menurut warga, selama ini tidak ada kendala dalam pembayaran retribusi sampah yang rutin dibayarkan setiap bulan. Karena itu, masyarakat berharap pelayanan pengangkutan sampah juga dapat berjalan normal sebagaimana mestinya.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah keranjang sampah warga terlihat penuh dan sebagian sampah mulai menumpuk di sekitar rumah.

Warga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera turun tangan untuk membenahi pelayanan kebersihan, khususnya terkait kinerja petugas pengangkut sampah di wilayah tersebut.

“Untuk persoalan sampah ini, kami minta perhatian Pemko Banda Aceh agar segera membenahi petugasnya,” kata warga lainnya.[ril | red 01]

Baca Juga  Vaksinasi Pelajar di Aceh Tamiang Sudah 8,11 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *