halaman7.com – Aceh Tengah: Ikatatan Alumni letting 93 SMAN Pegasing, Aceh Tengah melakukan gebrakan besar dan perdana pasacabencana hidrometrologi, pada akhir Nopember tahun lalu, dengan menanam pohon di Pante Menye, seputaran Danau Laut Tawar, Aceh Tengah.
Mengalambil lokasi di Kampung Kuala satu, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah sebanyak 200 pohon dari berbagai jenis, mulai cemara, rambutan, durian, alpukat dan lainnya di tanam serentak pada, Sabtu 18 Juli 2026.
Langkah ini diambil mengingat bencana besar yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh, pada akhir nopember tahun lalu itu, Aceh Tengah menjadi salah satu daerah yang terparah terdampak bencana. Kawasan di seputaran Danau Laut Tawar terdambak besar dan terjadinya tanah longsonr dan banjir bandang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tengah, Drs Mursyid MSi yang ikut serta dalam aksi masal penanaman pohon ini, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat pohon yang ditanam demi menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan Danau Lut Tawar yang menjadi salah satu daerah tangkapan air penting di Aceh.
Selain menanam pohon pada saat bersamaan juga diberikan santunan fakir miskin dari Ikatan Keluarga Besar Alumni SMA Negeri 3 Pegasing Angkatan 1993.
Lebih lanjut, Mursyid menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh alumni SMAN 3 Pegasing Angkatan 1993 yang telah menginisiasi gerakan penghijauan pascabencana hidrometeorologi di kawasan seputaran Danau Lut Tawar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Alumni SMA Negeri 3 Pegasing Angkatan 1993 atas terselenggaranya kegiatan ini,” ucapnya.
Menurut Mursyid, gerakan penanaman sekitar 200 pohon tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan. Bibit yang ditanam terdiri atas pohon pinus sebagai tanaman konservasi serta pohon produktif seperti durian, alpukat, dan jeruk yang diharapkan memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.
Namun demikian, Sekda yang juga putra Pegasing ini menegaskan keberhasilan penghijauan tidak hanya diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga dari komitmen bersama untuk merawatnya hingga tumbuh dengan baik.
Menanam pohon barulah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana memastikan pohon-pohon ini tumbuh subur dan membawa manfaat.
“Karena itu saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut merawat, menjaga, dan melestarikannya,” katanya.
Sekda berharap gerakan penghijauan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu mewariskan lingkungan yang hijau bagi generasi mendatang.
“Apa yang kita tanam dengan ikhlas hari ini, insyaallah akan menjadi warisan hijau sekaligus sumber rezeki bagi anak cucu kita di masa depan,” tambahnya.
Ketua IKA 93 SMAN Pegasing, Abdul Rahman mengatakan, inisiasi menanam pohon ini sebagai langkah awal, semoga nantinya bisa diteruskan berbagai pihak untuk bisa kembali melestarikan seputaran Danau Laut Tawar.
“Meskipun demikaian, Kami bukan sekadar pioneer awal dari geraka ini, semoga nantinya akan terus berbuat, semampu apa yang bisa kami lalukan,” ujar Abdul Rahman.
Sekapur Sirih

Iranda Novandi, salah satu alumni saat diberi kesempatan memberikan sekapur sirih pada kegiatantersebut mengatakan, awalnya IKA 93 SMAN Pegasing ini, hanya wadah berkumpul dan bersilaturrahmi belaka, dimana setiap sebulan sekali berkumpul untuk melakukan arisan.
Namun, lambat laun, wahana berkumpul tersebut tidak lah cukup, maka muncul ide-ide untuk melalukan aksi social dan peduli antar sesama, maka lahir gagasan seperti saat ini. Sebelum aksi rerupa juga telah dilakukan dengan gerakan penghijauan seolah dengan menanam pohon di lingkungan SMAN Pegasing yang kini telah berganti nama menjadi SMAN3 Aceh Tengah.
Dalam mennyikapi bencana ini, IKA 93 SMAN Pegasing, sebelumnya juga telah melakukan donasi yang disalurkan untuk para pelajar di SD Toweran yang terkena dampak parah saat bencana berupa peralatan sekolah.
Iranda juga menceritakan seumlah aksi lainnya yang telah dilakukan, IKA 93 SMAN Pegasing, termasuk kegiatan rutin wakaf Alquran pada jelang Ramadhan.[andinova | red 01]

















