Nasir Nurdin Pelopor Semangat Kebersamaan Menuju Oasis Keseimbangan

SOSOK satu ini tentu bukan sosok yang asing di kalangan wartawan di Aceh, khususnya di Komunitas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.  hal ini tentu diperkuat dengan kiprahnya sebagai Ketua PWI Aceh Periode 2022-2026.

Sebagai wartawan, Nasir Nurdin bukanlah sosok anak kemarin sore yang baru mengenal dunia jurnalistik. Lelaki kelahiran, Meulaboh, 17 November 1960 ini, sejak menjadi wartawan pada 1993 di Harian Serambi Indonesia, sebagai wartawan lapangan hingga pucak karier sebagai Wakil Redaktur Pelaksana (Waredpel) di media yang berdiri sejak 1989 tersebut.

Selepas dari Harian Serambi Indonesia, Nasir mendapat kepercayaan sebagai Pemred media online, theacehpost.com. Bahkan guna memperkuat validasi, suami dari Hanifah – sosok perempuan berdarah Gayo – ini mendirikan media online sendiri Portalnusa.id.

Sebagai seorang wartawan, Nasir bukanlah wartawan lokalan saja. Sejumlah even nasional/kenegaraan dalam dan negeri juga menjadi lahapannya. Sebut saja liputan Jurnalistik ke negara-negara ASEAN dengan melakukan muhibah ke negera-negara ASEAN; terlibat misi pemulangan nelayan Aceh yang ditahan Pemerintah India di Port Blair dan juga  misi dagang Pemerintah Aceh ke Turki.

Sebagai alumni Lembaga Pendidikan Pers Dr Soetomo (LPDS) Jakarta (Program Investigative Reporting pada 1999), tulisan mendalam (Indep Reporting) dan investigasi sudah jadi makanan empuk nan lezat baginya dalam mewarnai dunia jurnalistik.

Disisis lain, dalam kelihainya berbicara (publik speaking) bukan saja didapat begitu juag, pengalamannya sebagai penyiar Radio Bandar Jaya Banda Aceh (Grup Alnora Medan) pada 1980-1982, Radio Expo ‘70 Banda Aceh 1986-1987; Radio Duta Kencana Banda Aceh 1987-1989, juga bagian dari cerita tersendidiri.

Dengan menulis buka I’m a Stranger (Autobigrafi Nasir Nurdin, 27 Tahun Bersama Serambi Indonesia) memperkuat sosok Nasir Nurdin sebagai wartawan lintas generasi yang mampu masuk dalam semua kalangan.

Baca Juga  PWI Aceh Tarik 24 KTA Wartawan ASN

Makanya tak heran, dengan bekal pengalaman sebagai seorang wartawan ini, Nasir mampu menembus kepemimpinan  di organisasi non kewartawan, seperti menjabat Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Banda Aceh dan Aceh sertua menjadi ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (Forum PRB Aceh dan Wakil Ketua PMI Aceh hingga saat ini.

Di PWI Aceh sendiri, sebelum menjadi orang nomor satu di organisasi kewartawan tertua seumuran dengan republik ini, Sejak bergabung sebagai anggota pada 1996, loyalitas dan dedikasi terus ditunjukan.

Maka tak heran, 14 tahun setelah bergabung, langsung dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Aceh pada 2010-2015; kemudian menjadi Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi/DKP PWI Aceh pada 2015-2021.

Akhirnya dengan modal yang juat ini, pada 2021, Nasir berhasil meraih kursi pimpinan tertinggi di PWI Aceh pada Konferprov ke 12 PWI Aceh 2021 di salah satu hotel di kawasan jalan T Nyak Makam kala itu.

Dalam rentang lima tahun itu juga berbagai program berjalan mulus dengan berbgai dinamika organisasi yang dihadapi. Agenda nasional mulai dari Porwanas Malang, Jawa Timur dan Porwanas Banjaramasin, Kalimatan Selatann, HPN di sejumlah provinsi di Indoensia, termasuk Kongres PWI di Bandung dan Kongres Cikarang, PWI Aceh selalu ikut ambil bagian dan menjadi bagian dari dinamika.

Dalam agenda lokal, program penguatan kafasitas wartawan juga kerap dilakukan, termasuk yang teranyer, Uji Komptensi Wartawan (UKW) yang dilakukan peda pertengah tahun ini di Banda Aceh

Tak terasa, kini lima tahun sudah berlaku sejak Nopember 2021, kontestasi kepemimpinan di PWI Aceh kembali bergulir. Diposisi usia dan pengalaman yang matang ini, Nasir kembali menapak menuju Oasis kesempurnaan nan seimbang.

Baca Juga  Aceh Singkil Bisa Raih PAD Rp 5 Triliun dari Potensi Pariwisata

Semangat Kebersamaan

Selama lima tahun terakhir, Nasir mampu meletakan pondasi kuat di tubuh PWI Aceh. satu hal yang tak bisa dibantahkan, adalah semangat kebersamaan atas satu tanggungjawab bersama.

Hal ini bisa dilihat, saat banyak pihak yang mengandalkan proposal untuk satu even atau kegiatan, Nasir mampu membangkitkan tangungjawab sosial (Social Responsibility) dengan jiwa relawan dan gotong royong.

Nasir mengajak anggota ikut ambil bagian dalam semua kegiatan sosial tersebut dengan meuripee (patungan-red). Tentu hal ini membangkitkan semangat untuk ikut berbagi dari para anggota PWI Aceh.

Satu entri poin dari semua itu, kini Nasir, sang pelopor semangat kebersamaan itu, kini kembali melangah untuk kesempurnaan di lima tahun mendatang dengan mendaftar dan menjadi orang pertama yang menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia SC Konferprov ke 13 PWI Aceh 2026.

Nasir Nurdin bersama Ketua Organisasi perusahaan Pers di Aceh.[FOTO: h7 – dok timses]
Harapan besar banyak anggota PWI Aceh untuk Nasir melanjutkan kepemimpin lima tahun mendatang, juga datang dari kalangan oragnisasi perusahaan pers dari Pimred di Aceh. hal ini terlihat, mengalirnya dukungan dari tiga organisasi pers di Aceh, yakni Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), dan Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Multimedia Indonesia Provinsi Aceh.

Tentunya, sebagai seorang yang tumbuh dari rasa kebersamaan itu, Nasir menyampaikan apresiasi kepada anggota PWI Aceh dari berbagai kabupaten dan kota, para simpatisan, sahabat, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa dan dukungan terhadap pencalonannya.

Nasir berharap dukungan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memperkuat organisasi dan melanjutkan komitmen membangun PWI Aceh apabila kembali dipercaya memimpin untuk periode kedua.

“Saya menyampaikan terima kasih. Mudah-mudahan dukungan yang diberikan kawan-kawan, juga dukungan dari kawan-kawan kabupaten dan kota, ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk kebaikan PWI Aceh ke depan, insya Allah,” ungkapnya.[andinova]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *