Walikota Sabang Ajak PGRI Perkuat Sinergi Lahirkan Guru Berkualitas dan Generasi Cerdas

Walikota Sabang bersama para guru di Kota Sabang.[FOTO: h7 - dok humas pemko]

 GURU memiliki peran yang jauh melampaui sekadar mengajar di dalam kelas. Di tangan guru, masa depan bangsa dibentuk. Untuk melahirkan generasi cerdas.

Walikota Sabang

Dari latar belakang inilah, Walikota Sabang, Zulkifli H. Adam mengajak Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam melahirkan guru-guru berkualitas dan menciptakan generasi cerdas di Kota Sabang.

Pada Konferensi XXIII PGRI Kota Sabang di Aula SMP Negeri 1 Sabang, Selasa 27 Oktober 2026. Walikota menegaskan peran guru sangat sentral dalam menciptakan generasi cerdas. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga harus mampu menjadi inspirator, inovator, dan teladan yang membentuk kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik.

“Guru adalah kunci lahirnya generasi cerdas dan berdaya saing. Dari tangan guru lah lahir pemimpin masa depan. Karena itu kompetensi guru harus terus kita tingkatkan agar mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Zulkifli.

Pada konferensi mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, Walikota menambahkan, untuk melahirkan guru berkualitas tersebut, fungsi PGRI sebagai wadah perjuangan dan pengembangan profesi harus diperkuat.

PGRI harus menjadi rumah besar bagi guru untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, dan pertukaran gagasan, serta menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan pendidik.

Kegiatan yang dihadiri Ketua PGRI Aceh yang diwakili Wakil Ketua III, Agus Jumaidi; Ibunda Guru Kota Sabang, Nuri Farisal; Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kesra dan SDM Setdako Sabang, Edi Suharto dan Kadis Dikbud Kota Sabang Mulkan. Zulkifli menyatakan, PGRI memiliki dua fungsi vital.

Pertama, melahirkan guru-guru berkualitas yang profesional dan berintegritas. Kedua, memperjuangkan kesejahteraan dan martabat guru. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan jika ingin pendidikan Sabang maju.

Baca Juga  Pelajar SD Diingatkan Patuhi Orang Tua dan Guru

Zulkifli memberikan apresiasi kepada kepengurusan PGRI periode sebelumnya dan berharap konferensi ini melahirkan pengurus baru yang solid dan visioner.

“Saya berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah, memperkuat organisasi, dan mendorong peningkatan kompetensi pendidik untuk menyiapkan generasi muda yang unggul,” katanya.

Walikota juga menekankan pentingnya komunikasi yang terjaga antara PGRI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Pemerintah Kota Sabang agar setiap aspirasi dan persoalan pendidikan dapat dicarikan solusi bersama.

Sejalan dengan itu, Ibunda Guru Kota Sabang, Nuri Farisal menyoroti peran guru dalam membangun kualitas generasi penerus tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga karakter.

“Guru tidak hanya berperan meningkatkan kecerdasan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai keagamaan, dan menumbuhkan akhlak mulia.

Peran ini sangat penting untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan masa depan,” ujar Nuri.

Melalui Konferensi XXIII ini, PGRI Kota Sabang diharapkan semakin solid, profesional, dan konsisten dalam menjalankan fungsinya melahirkan guru berkualitas serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Sabang.[adv]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *