Satu lagi, Tahanan Kabur dari Sel Polresta Banda Aceh Diringkus

halaman7.com – Banda Aceh: Setelah berhasil membekuk satu orang tersangka narkoba MA (34) beberapa hari lalu, kini satu lagi tersangka yang kabur dari sel tahanan Polresta Banda Aceh yang berinisial MW alias Panjul (31), berhasil diringkus kembali.

Warga Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh ini ditangkap personel Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, Selasa 25 Februari 2020 sore di dalam sebuah rumah kos, di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Penangkapan tersangka yang telah ditetap sebagai DPO Polresta Banda Aceh karena melarikan diri dan memukul petugas yang menjaga sel tahanan pada saat memberikan nasi sahur bulan puasa 2019 silam.

Sementara itu, penangkapan dipimpin langsung Kasat Resnarkoba, Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang SIK didampingi oleh Kasubnit 2 Unit 2 Aiptu T Syahrizal serta personel lainnya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasat Resnarkoba Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang mengatakan, penangkapan tersangka MW ini berawal dari informasi warga masyarakat di sekitar rumah tersangka.

“MW ditangkap Opsnal Sat Resnarkoba pada saat sedang berada di rumah kos milik temannya di seputaran tanggul gampong Seutui, Banda Aceh, Selasa sore. Saat petugas mendatangi tersangka, posisi tersangka sedang berada di dalam rumah kos milik teman tersangka,’ ujar Kasat Resnarkoba.

Kemudian lanjut Kasat Resnarkoba, tersangka mencoba melarikan diri ke arah belakang rumah, dan pada saat itu tersangka melihat dua orang petugas sudah berada di belakang rumah, tersangka kembali masuk ke dalam rumah dan dilakukan penangkapan.

Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka melawan petugas, namun dengan sigap, petugas berhasil melumpuhkan tersangka dan melanjutkan penggeledahan. Petugas menemukan narkotika jenis sabu dengan berat 0,48 dan 1 buah kaca pirex serta dompet merk levis warna hitam di lantai di tempat pelaku ditangkap saat itu.

Sabu dan kaca pirex yang ditemukan tersebut diduga kuat milik tersangka MW, sementara itu, petugas penjaga sel tahanan juga pernah membuat laporan polisi ke Sat Reskrim Polresta Banda Aceh pasca kasus penganiayaan tahun 2019 silam.

Setelah mengamankan tersangka dan narkotika jenis sabu serta kaca pirex yang diduga kuat milik tersangka MW, petugas membawa tersangka dan barang bukti ke Polresta Banda Aceh guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka MW dijerat Pasal 112 (1) Yo Pasal 114 (1) dari UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara.[ril/red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *