Hoaks, Isu Penutupan Pasar Langsa

halaman7.com – Langsa: Dampak
merebaknya virus Corona (Covid-19) di Indonesia sempat mengganggu dan menimbulkan kepanikan warga Kota Langsa secara berlebihan. Pasalnya, tersebar isu penutupan aktivitas pasar Peukan Langsa, selama tiga hari sejak Senin-Rabu 23-25 Marrt 2020.

Namun ternyata isu itu hoaks alias kabar bohong belaka. Info hoaks tersebut dengan cepat ditanggapi pihak terkait dari Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Langsa.

“Isu penutupan pasar Peukan Langsa itu hoaks alias berita bohong,” tegas Wakil Koordinator Penanganan dan Pencegahan virus corona (Covid-19) Kota Langsa, Suriyatno AP saat dikonfirmasi Minggu 22 Maret 2020.

Ditegaskan, sampai saat ini belum ada instruksi dari pemerintah daerah setempat, terkait dengan informasi dimaksud. Namun, demikian dirinya berharap kepada masyarakat diminta untuk mematuhi imbauan yang telah dikeluarkan PemkoLangsa.

Hasil rapat forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Langsa mengimbau kepada masyarakat yakni agar setiap masyarakat senantiasa menjaga wudu’, perbanyak zikir, qunut nazilla, ibadah serta berdoa kepada Allah SWT untuk kesehatan, keselamatan dan tercegah dari marabahaya serta dari semua jenis penyakit corona (covid-19).

Kemudian, orangtua siswa/i sekolah/pesantren/dayah agar mengisi kegiatan belajar di rumah selama proses belajar mengajar di sekolah diliburkan sementara, segera memeriksakan diri apabila merasa kondisi tubuh mengalami gejala gangguan pernafasan, batuk, demam dan sesak nafas ke klinik, puskesmas dan rumah sakit.

Hindari keramaian, perkumpulan massa dan bepergian keluar daerah yang tidak mendesak dan tidak penting, memperbanyak makan sayur dan buah untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh, serta tetap berprilaku hidup bersih dan sehat maupun menjaga kebersihan lingkungan maaing-masing terutama di sarana umum (masjid/musalah, pusat perbelanjaan, warung kopi dan lainnya). Bagi maayarakat yang melakukan ibadah di masjid/musalah agar membawa perlengkapan salat (sajadah, mukena dan lainnya) masing-masing.

Selanjutnya, membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air, hindari menyentuh mata, mulut dn hidunh sebelum mencuci tangan. Selektif terhadap pemberitaan media massa terhadap penyebaran viris corona (covid-19). Melakukan lapor diri bagi masyarakat yang datang dari luar negeri ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Langsa dan apabila masyarakat membutuhkan bantuan dapat menghubungi call center 119 atau e-LAPOR (http://www.lapor.go.id) ataupun sms ke 1708, aplikasi SP4N LAPOR (playstore).

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinkes setempat, dr Herman mengatakan tidak ada intruksi penutupan pasar Peukan Langsa atau tempat usaha lain dengan alasan ingin disemprot atau dibersihkan. Namun, yang ada diintrurksikan kepada masyarakat adalah isolasi diri berupa cuci tangan setelah beraktivitas, menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta menjaga pola makan.

“Bila ada kendala sakit apapun maka diminta segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau tempat kesehatan lainnya dan jangan menganggap sepele atau remeh. Silahkan masyarakat melakukan aktifitas seperti biasa, tapi tetap waspada dan mematuhi imbauan dari pemerintah,” ujarnya.[habib/red 01]

Satu tanggapan untuk “Hoaks, Isu Penutupan Pasar Langsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *