Imum Mukim Harus Perkuat Adat Istiadat

halaman7.com – Banda Aceh:  Imum Mukim diharapkan dapat meningkatkan perannya dalam memperkuat pelaksanaan adat istiadat ditengah-tengah masyarakat gampong.

Harapan ini disampaikan Walikota Aminullah saat menghadiri pelantikan Imum Mukim Meuraxa dan Imum Mukim Tgk Chik Lamjabat, Kamis 5 Maret 2020 di Kantor Camat Meuraxa.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Imum Mukim Meuraxa, Syamsul Bahri dan Imum Mukim Tgk Chik Lamjabat, Ansari Yahya dilakukan Camat Meuraxa, Ardiansyah.

Kata Aminullah, sebagai pejabat yang mebawahi sejumlah gampong, Imum Mukim memiliki fungsi sebagai pembinaan adat istiadat. Mukim juga memiliki peran yang tidak kalah penting pada penegakan syariat Islam, penegakan hukum, penyelesaian sengketa seperti batas gampong hingga koordinasi program pembangunan dengan pihak gampong dan kecamatan.

Apalagi, lanjut Aminullah, Pemko akan mencanangkan Hari Adat dimana satu hari kerja dalam sepekan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Banda Aceh diharuskan memakai pakaian adat Aceh. Termasuk menggunakan Bahasa Aceh dalam rapat-rapat. Imum Mukim-pun diminta ikut berperan menyukseskan program tersebut.

“Kita akan canangkan Hari Adat untuk melestarikan adat istiadat. Kita dorong aparatur dan warga menggunakan bahasa Aceh seperti dalam rapat. Makanan yang disuguhkan juga kuliner khas Aceh. Kita ingin Imum Mukim berperan menyukseskan program ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Walikota sekilas memaparkan capaian-capaian prestasi yang telah diraih Kota Banda Aceh selama ini, terutama dalam dua tahun terakhir. Angka kemiskinan dan pengangguran terus mengalami penurunan seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Katanya, Pemko terus menggenjot sektor wisata, memperbanyak event bersakala lokal, nasional dan internasional dengan tujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisata.  Ketika jumlah kunjungan wisatawan meningkat, maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat karena mereka bawa uang, belanjakan uangnya untuk makan, minum, penginapan, transportasi hingga untuk souvenir.

Lanjutnya, Ulee Lheue sebagai wilayah yang memiliki keindahan pantai juga memiliki prospek bagus kedepan. Pemko sendiri terus mempersiapkan infrastuktur di Ulee Lheue, seperti pembangunan tugu tauhid, Ulee Lheue Park hingga lokasi zikir Nurul Arafah Islamic Center (NAIC)

“Semua itu untuk menggenjot sektor wisata. Tugas kita termasuk mukim, kota harus maju dan syariat Islam tetap berjalan. Karena kearifan lokal dan kemajuan bisa berjalan beriringan,” kata Aminullah.[ril/red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *