Dirut Trans Continent, Ismail Rasyid: Butuh Sinergi Bersama Bangun Aceh

halaman7.com – Banda Aceh: Untuk
membangun Aceh yang lebih baik ke depan harus ada sinergi semua kalangan. Dimana semua pihak harus ikut berkontribusi, sehingga  peluang kemajuan itu bisa dilakukan bersama. Salah satunya kesempatan tenaga kerja lokal.

Direktur Utama Trans Continent, Ismail Rasyid saat bersilaturrahmi ke gedung PWII Aceh, Jumat 3 April 2020 mengatakan, pihaknya sudah bertekad agar ada program ekspor- impor yang dijalankan di Aceh.

Karena itu, dengan adanya Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong di Aceh Besar sekitar 10 hektar justru telah membuat tempat usaha bagi investor yang ingin menjadikan basisnya di Aceh.

“Saya sudah berkomitmen untuk memajukan Aceh dengan bisnis komoditi ekspor maupun impor yang ada di kawasan Ladong,” ujar Ismail yang sudah mulai mengucurkan anggaran pribadi untuk mendukung pemerintah Aceh.

Dikatakan, semua bisa dilakukan kalau bersinergi bersama untuk kemajuan Aceh ke depan. Niat Pemerintah Aceh untuk mengembangkan usaha ini sudah bagus. Namun, kawasan KIA ini merupakan sesuatu yang harus dimulai dari nol.

Betapa tidak, nyaris semua infrastruktur dasar, listrik, telkom, air bersih dan drainase serta pagar maupun sarana pengamanan sebagai penunjang harus dari awal lagi.

Karenanya dengan adanya Pusat Logistik Berikat sebagai (jasa bisnis) dimana bisa menghasilkan kegiatan langsung ditempat atau bisa juga ditransit dari luar.

‘InsyaaAllah kita minta Pemerintah Aceh untuk mempercepat pembangunan kawasan akhir bulan April ini,” pintanya

Kalau KIA hidup, tentu banyak tenaga kerja terserap, baik pengamanan, supir, tenaga operator alat berat yang kesemua orang Aceh.

Sementara Pemerintah Aceh menyatakan sangat serius membangun Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong di Aceh Besar.

Keseriusan itu ditindaklanjuti melalui Sekda Aceh Taqwallah, Asisten II T Dadek, Dirut Trans Continent, Ismail Rasyid, Kepala Dinas Perindag Aceh Muslem Yacob, Kepala KIA, Zubir Sahim dan PT PEMA.

Penegasan disampaikan Sekda, bahwa  apa yang mendasar untuk mendukung kawasan ini agar segera dibangun dan jangan sampai ada kendala atau yang menjadi penghambat, pinta Sekda kepada pengelola KIA.

“Mulai besok harus sudah ada action terutama masalah listrik, telkom, air bersih, pagar dan drainase,” tegas Sekdaprov Aceh.[red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *