Dipukul Saat Sosialisasi Covid-19 Bripka Saifuddin Dapat PIN Emas dari Kapolri

halaman7.com – Banda Aceh: Masih ingat dengan Bripka Saifuddin? Bintara anggota Polsek Lueng Bata yang dipukul seorang mahasiswa saat sosialisasi Covid-19 dan Maklumat Kapolri di salah satu cafe di kawasan Lueng Bata 26 Maret 2020 lalu.

Atas dedikasinya sebagai anggota Polri dalam wabah pandemi Covid-19 ini, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memberinya penghargaan dan PIN Emas.

Penghargaan itu diserahkan Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada MPhil, menyerahkan penghargaan atas nama Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Senin 4 Mei 2020 di Lobi Mapolda Aceh.

Penyerahan penghargaan Kapolri kepada Bintara yang bertugas sebagai Banit Intelkam Polsek Lueng Bata Polresta Banda Aceh tersebut berlangsung dalam sebuah upacara khusus.

Kabid Humas Polda Aceh,  Kombes Pol Ery Apriyono mengatakan, Bripka Saifuddin mendapatkan penghargaan dinilai berprestasi karena menjadi korban pemukulan yang dilakukan seorang mahasiswa saat melakukan sosialisasi Maklumat Kapolri dalam rangka pencegahan penyebaran  virus Corona (Covid-19) di sebuah Warung Kopi di Gampong Blangcut Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh, pada Kamis 26 Maret 2020.

Bripka Saifuddin

“Pelaku pemukulan Bripka Saifuddin sudah diproses secara hukum,” sebut Kabid Humas.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto SH mengatakan, Bripka Saifuddin saat itu melakukan sosialisasi Maklumat Kapolri Nomor: MAK/2/II/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) bersama unsur Muspika.

“Tiba-tiba salah satu pengunjung di warung kopi yang terletak di Gampong Blang Cut Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh yang berinisial MAM langsung mengeluarkan kata-kata kasar dan memukul Bripka Saifuddin,” tambah Kapolresta.

Sementara itu, MAM sudah diproses secara hukum dan dijerat pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 212 Jo Pasal 216 ayat (1) Jo Pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 Bulan kurungan penjara, tambahnya.

Kapolresta  juga menjelaskan selain melakukan penganiayaan, pelaku juga telah melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas. Di samping itu dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya.

Lalu dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut.

“Prestasinya itu, ia mendapatkan PIN Emas dan piagam penghargaan dari Kapolri,” pungkas Kombes Pol Trisno.

Penyerahan piagam dan PIN Emas ini juga disaksikan langsun Wakapolda Brigjen Pol Supriyanto Tarah, Irwasda Kombes Pol Marzuki Ali Basyah, Kapolresta Banda Aceh, sejumlah Pejabat Utama, Pamen dan personel Polda Aceh lainnya.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *