Mistiknya Instrumen “Tuha”?

Instrumen “The Land” yang dirilis “Tuha” terkesan begitu mistik. Ada nuansa horor jika sekilas mendengarnya.

“Sair dan musiknya aku dengar kok terasa mistis bg ya….kira2 soal apa itu bg,” komen Eno menanggapi status ku di WhatsApp, Sabtu 30 Mei 2020 tadi siang.

Tuha adalah band etnik Aceh yang baru saja merilis single pertama meraka dan di luncurkan pada media sosial youtube dengan akun chanel “Tuha”.

Band ini digawangi dua musisi etnik Aceh yang sudah malang melintang dikanacah musik Aceh mereka Wen Axan dan Opay.

Wen axan lelaki berdarah Gayo yang memiliki mana asli Ahsan Khairuna memang selama ini sangat komet akan musik etnik. Bahkan saat vakum nge band, dia sempat mengisi medsos “Steemit” dengan musik-musik tradisional.

Sedangkan Opay bukanlah orang baru di balantika musik Aceh. Laki-laki asal Banda Aceh ini adalah salah satu talenta seniman musik yang dimiliki Aceh.

Atas disikasinya akan musik Aceh, Dinas kebudayaan dan Pariwisata Aceh memberikan anugerah seni padanya bersama 6 tokoh seni Aceh yang karyanya sudah teruji serta berpengaruh di Aceh.

Dalam Penyerahan Anugerah seni yang dilakukan pada hari Kesenian Daerah Aceh di Auditorium RRI Banda Aceh, Minggu malam, 15 September 2013, Taufik yang lebih dikenal dengan panggilan Opay ini menerima anugerah untuk kriteria musik.

Lalu apakah musik instrumen yang di rilis ini mistis. Manajemen Tuha membantahnya. “Mana ada mistis, musiknya tentang Rindu alam yang kondisinya mulai memprihatinkan,” ujar kharul Umami.

Sekilas bagi masyarakat di luar Aceh memang ada terasa kesan mistik. Apalagi setelah syair berbahasa Inggris disambut dengan syair Bahasa Aceh.

Baca juga: Diisi Pemain Lama, Tuha Rilis Single Perdana

“Memang ada isinya Bang,” seloro Khairul yang akrab disapa Gepe itu.

Dalam syair berbahasa Inggris terucap:
The Land
I miss
The cold water
The green leaves
Miss in every flow of my blood
In my heartbeat
Until my last breath

This is my land
The injured one
Filled with tears
Filled with grief

Dalam terjemahan bebas bisa diartikan:
Negeri
Aku rindu
Pada air yang sejuk
Pada hijau dedaunan
Rindu dalam setiap aliran darah
Dalam degup jantung
Sampai hembusan nafas terakhirku

Ini negeriku
Yang terluka
Dipenuhi air mata
Dipenuhi duka

Syair berbahasa Inggris ini diperkuat dengan alunan syair sahdu karya Wen Axan yang berbunyi:
“Meusyen that hate ado meutuah
Keu nanggroe luah njang sijahtera
Keu po njang Sa ta lake doa”

Yang artinya kira-kita begini:
“Rindu hati hai adinda
Bumi yang luas dan sijahtera
Kepada Allah, Tuhan yang Esa kita mohon doa”

Lalu apakah benar musiknya terasa mistik. Silahkan kepo in chanel Youtube Tuha ini:

[andinova | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *