Banda Aceh Hidupkan Kembali Perwal “Wajib” Masker

halaman7.com – Banda Aceh: Setelah sebelumnya sempat dicabut, kini Banda Aceh kembali akan menghidupkan kembali Peraturan Walikota (Perwal) wajib masker di ibukota provinsi Aceh ini.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan Perwal wajib masker akan ditegakkan lagi. Untuk itu, akan di intensifkan razia masker mulai dalam minggu ini. Tak ada tawar-menawar lagi, di perbatasan yang tak pakai masker harus ‘balik kanan’ (dilarang masuk kota).

“Begitu juga di kawasan ramai pengunjung di dalam kota seperti pantai Ulee Lheue, wajib pakai masker,” kata Aminullah kemarin.

Dikatakan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh memutuskan untuk memperketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal itu dilakukan karena mulai terjadi penularan lokal di Ibukota Provinsi Aceh ini.

“Setelah mendengar masukan dari seluruh unsur Forkopimda dan pemaparan dari kepala SKPK terkait, kita putuskan untuk memperketat lagi protokol kesehatan Covid-19,” kata Walikota Banda Aceh Aminullah Usman usai memimpin rapat Forkopimda di pendopo, Senin 22 Juni 2020.

Rapat tersebut turut diikuti oleh Wakil Wali Kota Zainal Arifin, Ketua DPRK Farid Nyak Umar, Kapolresta Trisno Riyanto, Dandim 0101/BS Abdul Razak Rangkuti, Kajari Erwin Desman, Ketua MPU Damanhuri Basyir, dan sejumlah unsur Forkopimda lainnya, serta sejumlah Kepala SKPK dan pejabat terkait.

Protokol kesehatan dimaksud antara lain memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menyemprot disinfektan, hingga rapid test dan PCR. Ini akan diterapkan secara ketat di semua tempat mulai dari kantor pemerintahan, masjid, warkop, pasar, terminal, hingga pelabuhan untuk memutus rantai penyebaran virus.

Sementara bagi pemilik usaha seperti warkop, pusat perbelanjaan, restoran, dan hotel, wali kota mewanti-wanti agar menerapkan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga  Cara Unik, Koramil 02/Krb Bagikan Masker Gratis

“Jika tidak patuh, izin usahanya akan kita cabut. Kita tidak boleh main-main lagi karena grafik kasus Corona semakin naik,” ujarnya.

Terkait jadwal masuk sekolah bagi pelajar, walikota memastikan pihaknya menunggu arahan dari pemerintah pusat.

“Kita masih berpedoman pada ketentuan pusat bahwa daerah dalam zona kuning belum bisa menggelar kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka. Namun begitu, sejumlah skenario telah kita siapkan jika nanti diperbolehkan sekolah aktif,” ujarnya.[ril | red 01]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *