Kepengurusan FPMPA Ilegal, IPPEMATA Aceh Tengah Minta Pemerintah tak Merespon

halaman7.com Banda Aceh: Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMATA-Banda Aceh), Sutris meminta Pemerintah Aceh tidak mengakomudir oknum yang mengaku Pengurus FPMPA

Kedatangan oknum-oknum yang mengatasnamakan dirinya dari Pengurus Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh (FPMPA) ke Plt Gubernur, masih ilegal. Hal ini berdasarkan masih terjadinya konflik internal di tubuh FPMPA.

Sampai saat ini, FPMPA masih belum mempunyai kepengurusan yang sah. Karena Kongres yang digelar 3 Agustus 2019 lalu di aula Gedung Pemuda masih belum mempunyai kelanjutan.

“Kongres berakhir ricuh dan tidak mempunyai titik temu sampai saat ini,” tegas Sutris, Jumat 24 Juli 2020.

Dikatakan, Kongres yang seyogyanya hanya tinggal pada agenda Pemilihan Ketua Umum. Namun dikotori dengan keberpihakan Pimpinan Sidang dalam Penetapan Calon Ketua yang tidak memenuhi syarat.

Calon tersebut bernama Rahmad Muchliyan dan Forum menolak ketetapan tersebut hingga berakhir ricuh. Sidang tidak bisa dilanjutkan kembali dikarenakan hanya ada satu pimpinan siding.

“Sidang berakhir deadlock,” ungkap Sutris menceritakan kronologis singkat dari ongres tersebut.

Namun beredar kabar, beberapa lalu ada pihak-pihak yang mengatasnamakan diri dari pengurus FPMPA mendatangi kediaman Plt Gubernur Aceh. Itu kepengurusan yang tak sah.

Menurut Sutris, itu jelas kepengurusan yang sangat manipulative. Tanpa dasar hukum yang kuat. Mereka berani mengatasnamakan dirinya FPMPA. Dikarenakan persoalan ini belum mempunyai titik temu, diharapkan Plt Gubernur Aceh untuk tidak menggubris dan merespon pihak-pihak tersebut sementara waktu.

“Kami akan coba mengajak seluruh paguyuban 23 Kabupaten/Kota untuk duduk kembali untuk menyelesaikan konflik di tubuh FPMPA,” ujar Sutris.

Sutris juga menambahkan FPMPA merupakan wadah pemersatu Pemuda dan Mahasiswa Aceh. Pihaknya mengajak pemerintah untuk bersama-sama aktif mendongkrak nilai solidaritas mahasiswa dan pemuda seluruh Aceh.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *