Pembatalan Proyek Multiyears Perpanjang Derita Masyarakat Lokop

halaman7.com Aceh Timur: Pembatalan proyek Multiyears yang dilakukan sepihak oleh DPRA, semakin memperpanjang derita masyarakat Aceh di pedalaman. Seperti halnya masyarakat Lokop, Aceh Timur.

Tokoh masyarakat Lokop, Bukhari menyatakan tidak setuju dengan keputusan DPR Aceh yang telah membatalkan proyek multiyear. Terutama terkait pembangunan jalan antar kabupaten yang ada di 9 kabupaten/kota yang sudah disahkan dalam APBA 2020.

Bukhari

“Kami atas nama masyarakat Lokop tidak setuju dengan pembatalan proyek multiyears. Karena hal ini menyangkut dengan perekonomian rakyat yang harus diutamakan,” ujarnya, Sabtu 25 Juli 2020.

Kata Bukhari, masyarakat Lokop meminta DPRA agar dapat melihat jalan masyarakat Lokop-Gayo Lues yang begitu hancur. Masyarakat Lokop sudah bertahun-tahun menunggu dan berharap agar jalan tersebut dapat dibangun pada 2019 yang lalu .

Namun realitanya sampai hari ini jalan tersebut bukan malah dibangun. Bahkan jalan tersebut malah tambah hancur.

Dikatakann, pembatalan proyek ini bagi masyarakat Lokop di daerah pedalaman Aceh Timur sangat tidak diharapkan. Karena dari tahun ke tahun jalan tersebut tidak pernah dibangun dengan maksimal oleh Pemerintah Aceh.

“Kini DPRA malah mebatalkan proyek jalan tersebut,” sesal Bukhari.

INFO Terkait:

Ia menambahkan, atas kenyataan ini. Selaku masyarakat kecil tidak akan pernah berharap lagi kepada wakil rakyat dan Pemerintah Aceh dibidang pembangunan apapun.

Bukhari meminta DPRA dapat melihat proyek multiyears ini dari sisi manfaatnya yang sangat dibutuhkan. Masyarakat sangat menantikan pembangunan jalan tersebut.

100 Kilometer

Di Aceh Timur, kata Bukhari, pembangunan jalan yang termasuk proyek multiyears yaitu ruas jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues.

Saat ini masyarakat Lokop harus menempuh perjalanan jarak 100 kilometer jika hendak (turun) ke Peureulak atau ibukota kabupaten. Masyarakat harus menempuh jalan dengan kondisi rusak parah dan sulit untuk dilalui.

“Saat musim penghujan jalan dan jembatan rawan putus dan longsor,” ungkap Bukhari.

Bahkan, beberapa bulan yang lalu. Bupati Aceh Timur Rocky mengaku sudah memohon kepada gubernur Aceh. Agar UPTD Cabang PUPR Aceh yang di Langsa dapat dipindahkan ke Idi Aceh Timur.

Ini bertujuan, agar fokus merawat dan memperbaiki ruas jalan Peureulak-Lokop-Gayo Lues yang rawan longsor dan rusak ini.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *