Dirgahayu Indonesia Tergerogoti Covid-19

Pembaca yang berbahagia

HARI ini, tepat 17 Agustus 2020. Bangsa Indonesia merayakan hari jadinya ke 75. Kemerdekaan yang diraih bukanlah seperti membalikan telapak tangan. Tapi dengan segenap pengorbanan jiwa dan raga seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali.

Peringatan HUT RI tahun ini, tidaklah seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita segenab bangsa Indonesia merayakan hari jadi ini, dalam suasana duka. Pandemi Covid-19, masih menghantui bangsa ini.

Duka yang sangat mendalam ini, tentunya menjadi pembalajaran bagi kita semua. Bahwa ada kehendak yang lebih tinggi, yakni yang maha kuasa, Allah SWT. Allah berkehendak lain. Padahal kita merayakan hari jadi yang telah plus 25 tahun dari setengah abad menuju jejak 100 tahun kemerdekaan.

Luka dan duka itu, teramat kita rasakan. Hingga saat ini data korban Covid-19 dari hari ke hari terus bertambah. Kasus positif virus Covid-19 di Indonesia sejak pertama kali terdeteksi pada Senin 2 Maret 2020, kian menjadi momok yang menakutkan.

Kasus tersebut pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo, pada awal Maret, fluktuasi perkembangannya mengalami naik turun. Kadang ada yang bertambah, ada yang sembuh namun tak sedkit juga yang meninggal dunia akibatnya.

Sejak hari itu, jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari. Ada pasien yang meninggal dunia, banyak juga yang dinyatakan negatif dan akhirnya sembuh.

Hingga Minggu, 16 Agustus 2020, tercatat kasus Covid-19 bertambah 2.081. Hingga kini totalnya menjadi 139.549 kasus. Pasien sembuh bertambah 1.782 orang hingga totalnya menjadi 93.103 orang.

Yang menyedihkan, pasien meninggal akibat covid-19 pun terus bertambah. Dimana, hingga kemarin tercatat bertambah 79 orang. Hingga total kini anak bangsa yang meninggal akibat Covid-19 menjadi 6.150 orang.

Tapi yang perlu di ingat dan terus di ingat. Kita harus bisa bangkit dan tak menyerah dan terbelengu dengan terror covid-19 ini. Virus yang menggerogoti semua sendi kehidupan bangsa ini harus bisa segera di akhiri.

Patut Berbangga

Dibalik cerita duka itu. Kitapun putut berbangga. Semangat dan jiwa patriot anak bangsa tetap berkobar dalam merayakan HUT ke 75 RI. Seperti yang dilakukan para personel Dit Polairud Polda Aceh yang mengibarkan bendera Merah Putih di dasar laut Kilometer Nol, Pulau Weh Sabang.

Begitu juga yang dilakukan para mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Pemuda Cinta Aceh (DP PCA). Mereka memperingat HUT Indonesia di bawah laut Pulau Weh, Sabang dengan mengibarkan Bendera Merah Putih pada Minggu, 16 Agustus 2020 sore.

Aksi tak kalah seru juga diperlihatkan para wartawan lintas kabupaten di pesisir timur Aceh (Aceh Tamiang, Langsa dan Aceh Timur). Mereka bertekad mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Bukit Kapur di Aceh Tamiang.

Sebagaimana pribahasa Aceh atau dikenal dengan Hadih Maja: Pat ujeun yang hana pirang, pat prang yang hana reda (tiada hujan yang tak berhenti, tiada perang yang tak berakhir). Pribahasa yang sangat dalam artinya ini, tentunya mengisyaratkan sebuah rasa optimis kuat.

Yakilah. Virus ini akan berakhir dan tentu itu tak terlepas dari kuasa Illahi rabbi. Berusaha dan berdoa adalah solusi terbaik. Sebab usaha tanpa doa bagaikan sebuah ke sia-siaan belaka. Begitu juga sebaliknya, berdoa tanpa ada usaha, adalah cerminan kepasrahan tanda tak berdaya.

Dirgahayu Indonesia ku. Bangkitlah bangsa ku.[h7]

Facebook Comments
(Visited 50 times, 1 visits today)
185 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *