BNPB Tambah Laboratorium PCR di Tiga Wilayah Aceh

halaman7.com Aceh Tamiang: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan akan memberikan bantuan masker namun dengan cara memberikan bantuan mesin jahit.

Karenanya diminta kepada Ketua TP-PKK untuk menentukan berapa jumlah mesin jahit yang diperlukan. Dengan begitu pemerintah dapat menyediakan sendiri kebutuhan masker yang diperlukan guna memutus mata rantai Covid-19.

Doni mengatakan, pihaknya juga  akan menambah Laboratorium PCR di Aceh. Karena Aceh masuk dalam skala prioritas penanganan Covid-19 ini. Pihaknya juga akan merehab tambahan ruangan di RSUDZA Banda Aceh. Tambahan lab PCR untuk beberapa wilayah seperti Pantai Timur, Barat dan Tengah Provinsi Aceh.

Hal itu ditegaskan Doni Monardo saat  video conference bersama Forkopimda Aceh dan Kabupaten/Kota. Guna membahas penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di Provinsi berjuluk Serambi Mekkah ini, Sabtu 26 September 2020.

Kepala BNPB juga meminta harus menyiapkan hotel yang bersih dan nyaman untuk pasien Orang Tanpa Gejala (OTG). Agar bisa selalu memantau dan pasien tidak terganggu psikologisnya.

“Karena dengan cara senang dan hati gembira adalah salah satu obat agar imunitas kita baik,” kata Doni Monardo.

Kurang Ruangan Perawatan Pasien

Sebelumnya, Plt Gubernur Ace Nova Iriansyah, menyampaikan angka kasus penyebaran virus Covid-19 di Aceh per bulan September semakin meningkat. Menjadi kendalanya masih kurangnya ruangan untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga kondisi dirasa cukup mengkhawatirkan.

Karena itu, Nova mengatakan perlu adanya langkah-langkah yang cepat dan tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Sehingga masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dapat terlayani dengan baik.

Siapkan RS Kesdam

Sementara Pangdam Iskandar Muda Mayjen Hassanuddin dalam laporannya mengatakan sesuai Inpres No 6/2020 TNI dan Polri siap mendukung Pemerintah Daerah dalam penanganan penyebaran Covid-19.

“Kami juga sudah menyiapkan Rumah Sakit Rujukan Kesdam apabila nantinya dibutuhkan untuk merawat pasien terkonfirmasi Covid-19 dan ruang isolasi, ” tuturnya

Selaras dengan Pangdam IM, Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, juga mendukung Pemerintah Daerah. Untuk mengingatkan masyarakat tentang kedisiplinan protokol kesehatan. Dengan mengajak komunitas yang ada didaerah, bersama mengkampanyekan pakai masker.

Ia juga mengeluhkan lamanya hasil pemeriksaan PCR yang dikeluarkan dikarenakan keterbatasan lab yang ada di Aceh. Karenanya Kapolda menyarankan agar dapat segera menambahkan alat PCR tersebut.

Gebrak Masker

Dalam vidcon ini, Ketua TP-PKK Aceh Dyah Erti Idawati menyampaikan telah melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Dengan program Gebrak Masker dari kota sampai ke kampung-kampung, melalui organisasi PKK.

Disamping itu, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS selaku Direktur RSU Zainal Abidin menyampaikan beberapa kendala dalam perawatan pasien yang terpapar Covid-19. Sehingga pasien masih belum bisa terlayani dengan baik.

Selanjutnya, dari data yang dipaparkan Tim BNPB terkait perkembangan penanganan dan pengendalian Covid-19 di Provinsi Aceh. Kabupaten Aceh Tamiang saat ini masuk pada daerah yang paling tertinggi peningkatan kesembuhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Persentase kesembuhannya mencapai 90,63 persen. Namun ini masih pada posisi zona orange atau dengan resiko sedang.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *