KUA-PPAS APBK Perubahan Banda Aceh Rp1,36 Triliun

halaman7.com Banda Aceh: Pemerintah Kota (Pemko) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menyepakati Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) APBK perubahan Anggaran 2020 sebesar Rp1,36 triliun.

Nota kesepakatan ini ditandatangani Walikota Banda Aceh Aminullah Usman dan Ketua DPRK Farid Nyak Umar dalam rapat paripurna DPRK Banda Aceh di gedung utama DPRK Banda Aceh, Jumat 11 September 2020, malam.

KUA-PPAS yang disepekati Rp1,36 triliun, nantinya akan menjadi pedoman dalam pembahasan anggaran.

Dengan jumlah tersebut, walikota mengarahkan SKPD untuk lebih selektif memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang pro rakyat pada belanja daerah yang direncanakan pada APBK anggaran 2020. Sesuai dengan usul dan saran yang disampaikan dewan.

Aminullah menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada anggota DPRK. Telah mencurahkan energi dan pikiran untuk melakukan pembahasan secara cermat dan tepat terhadap KUA dan PPAS perubahan tahun ini.

Dalam penyampaian tanggapannya terhadap usul, saran dan pendapat Badan Anggaran Dewan. Walikota Aminullah menjelaskan beberapa kebijakan terkait penanganan Covid-19 di Banda Aceh dimana adanya lonjakan kasus.

Dikatakan, Pemko Banda Aceh telah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp24,6 miliar.

Selain anggaran refocusing tersebut, Pemko juga menerima bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Provinsi untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp10 miliar.

Penanganan Covid-19

Adapun langkah-langkah yang telah, sedang dan akan dilaksanakan dalam rangka penanganan Covid-19, yaitu  menyediakan dan merehabilitasi ruang rawat inap bagi pasien yang positif Covid-19 di Rumah Sakit Umum Meuraxa dan Rumah Sakit Cut Meutia Keudah sebagai tempat isolasi bagi pasien yang positif.

Kemudian menyediakan sarana dan prasana peralatan laboratorium untuk tes PCR Covid-19 di RSU Meuraxa. Pelaksanaan rapid test untuk lebih kurang sejumlah 8.000 test dan telah dilaksanakan sejumlah 3.151 test, pelaksanaan PCR-SWAB sejumlah 2.350 test.

Walikota juga menyampaikan telah mengeluarkan Peraturan Walikota Nomor 51 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan serta melakukan desinfeksi massal di Kota Banda Aceh.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *