Jenderal Lapangan Pengedar Sabu Aceh Mati Tertembak

halaman7.com Banda Aceh: Seorang ‘Jenderal Lapangan’ yang berperan sebagai pengatur pengedaran narkoba jenis sabu di Aceh, mati tertembak.

Tindakan pelumpuhan ini terpaksa dilakukan polisi, setelah tersangka SS, melawan petugas dan berusaha melarikan diri saat diamankan aparat kepolisian dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh.

Tersangka SS dilumpuhkan setelah, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun hal itu tak digubris tersangka dan tetap melarikan diri di tengah sawah dalam malam yang gelap.

Tersangka SS meninggal dunia dalam perjalan menuju rumah sakit. Setelah sebutir timah panas menembus punggungnya. SS selama ini merupakan orang yang sangat dicari, karena kelihaiannya dalam pengedaran sabu di Aceh.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada mengatakan, SS merupakan salah satu tersangka dari 4 tersangka yang diringkus dalam peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Aceh Utara dan Aceh Timur.

Kapolda, Wakapolda dan Kakanwil Bea Cukai memperlihatkan sabu yang berhasil di sita. FOTO h7 – andinova –

60 Kg Sabu

Tiga tersangka lainya yang dimankan masing-masing berinisial MM, JU, dan SM. Bersama dengan ditangkapnya tersangka, polisi juga menyita 60 kg sabu yang hendak diseludupkan ke Aceh melalui jalur laut.

Sabu itu dipasok melalui laut yang dijemput tersangka dari tengah laut perbatasan perairan Aceh dan Malaysia. Sabu tersebut dikemas dalam 3 bungkus besar kantong pelastik hitam dan diturunkan dari satu unit kapal fiber asal Malaysia.

Sesampai di darat, tiga bungkus pelastik hitam itu di bongkar dan dimasukan ke dalam karung. Guna mengkelabui dan menganggap itu merupakan karung kemasan pupuk. Namun, karena petugas sudah mengintai sejak awal, aparat langsung meringkus tersangka dan barang bukti.

“Keberhasilan ini adalah, sinergi antara aparat ke polisian. Dalam hal ini Dit Narkoba dengan Kanwil Bea Cukai,” ujar Kapolda Aceh, Rabu 7 Oktober 2020 di Mapolda.

Dalam pernyataan resmi Kapolda Aceh itu, hadir juga Wakapolda Brigjen Pol Raden Purwadi, Kakanwil Bea Cukai Aceh, Safuandi. Serta sejumlah pejabat dari kedua institusi tersebut. [andinova | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *