Meratanya Pembangunan Atasi Kerawanan Konflik

halaman7.com Langsa: Ketua Forum Keserasian Sosial Gampong Birem Puntong Kecamatan Langsa Baro,  Rasiman menyebutkan potensi konflik sosial sering terjadi di tengah masyarakat. Karena dipicu  kecemburuan atas ketimpangan pembangunan infrastruktur di desa.

Potensi rawan konflik sosial di desa biasanya ini terjadi dikarenakan ketidak merataan pembangunan. Sehingga bisa memicu konflik antar masyarakat.

“Salah satu cara untuk mengatasi kerawanan potensi konflik tersebut melalui pembangunan,” ujar Rasiman dalam Sarasehan Keserasian Sosial sekaligus pembangunan Mushalla Huswatun Hasanah Dusun Pusara, Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Langsa Baro, Senin 19 Oktober 2020.

Dengan pembangunan itu, lanjutnya, setidaknya dapat meredam kecemburuan dan konflik di tengah masyarakat. Namun yang menjadi poin penting dari kegiatan gotong-royong ini adalah kebersamaan antar warga.

Akar Rumput

Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Armia saat membuka acara mengatakan, pada hakekatnya keserasian sosial adalah salah satu model pemberdayaan masyarakat yang dapat dioptimalkan guna mencegah adanya konflik di tingkat hulu (akar rumput).

Keserasian sosial juga proses hubungan sosial dan interaksi sosial dinamis antar warga yang menjamin hidup berdampingan secara damai berdasarkan persamaan hak, kewajiban dan tanggung jawab.

Semuanya yang dilandasi kebersamaan, persaudaraan sejati dan kesetiakawanan. Sedangkan prinsipnya adalah efektif, efesien, transparan, akuntabel dan partisipatif.

Keserasian sosial juga bermakna serta berkaitan dengan proses mewujudkan kehidupan dan penghidupan sosial yang harmonis antar warga.

Selain itu, bermakna pula serangkaian kegiatan yang diarahkan untuk mewujudkan tujuan terpeliharanya perdamaian secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *