Penyebaran Covid-19 Makin Ganas, Pemkab Aceh Tamiang Akhirnya Larang Pesta Perkawinan

halaman7.com Aceh Tamiang: Pemkab Aceh Tamiang akhirnya mengambil keputusan memberhentikan sementara pelaksanaan hajatan pesta perkawinan dan lainnya yang banyak menimbulkan kerumunan  selama Aceh Tamiang masih dalam kondisi Zona Merah Covid-19.

Demikian juga pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes) di masjid juga harus dilakukan dengan tetap menjaga jarak. Di Tamiang sudah membentuk klaster tersendiri akibat dari melonjaknya kasus Covid-19.

“Kalau ditanya ke saya. Hati nurani saya sebenarnya tidak mau jika ibadah di masjidpun kita harus menjaga jarak. Namun mengingat kondisi Aceh Tamiang yang sudah sangat mengkhawatirkan akibat wabah Covid-19. Saya selaku kepala daerah harus melaksanakan kebijakan tersebut,” sebut Mursil saat memimpin Rapat Koordinasi Satuan Tugas Covid-19 Aceh Tamiang di Aula Setdakab, Senin 26 Oktober 2020.

Rakor ini bertujuan mengambil  langkah-langkah dalam mengurangi dampak penularan Covid-19. Sebab Aceh Tamiang merupakan wilayah yang sangat rawan dan riskan dalam penyebarannya.

“Saat ini, kita bukan lagi membahas dari satu sektor saja, kita harus berbicara dari berbagai sektor sebagai imbas dari Covid-19,” ujar Mursil.

INFO Terkait: 

Tidak Terkendali

Bahkan yang saat ini sangat merisaukan hati. Kumpulan dan kerumunan orang yang tidak terkendali lagi contohnya pesta. Sekarang ini orang seperti merasa tidak ada lagi Covid-19.

Pesta hajatan yang dilaksanakan masyarakat di Aceh Tamiang sudah sangat tidak terkendali. Meski referensi dari Surat Gubernur memperbolehkan pelaksanaan pesta hajatan dengan ketentuan kapasitas tamu yang berhadir sebanyak 50 persen.

Bupati Mursil juga menyampaikan pengamatannya terhadap tingkat kesadaran masyarakat. Selama telah dilaksanakan Operasi Yustisi dalam sehari 2 kali kesadaran masyarakat meningkat. Hal ini jelas terlihat dari masyarakat yang sudah patuh dalam menggunakan masker.

Teknis Pendekatan

Sementara itu, Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita dalam rapat tersebut mengatakan dua hal yang dibahas pada hari ini sama pentingnya, kedua-duanya juga sangat berpotensi menyebarkan Covid-19.

Namun dalam forum ini Ia katakan yang perlu dibahas ialah teknis dalam melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat dalam sosialisasi Protokol Kesehatan pada dua tempat yang dimaksud.

“Kalau kita bisa melaksanakannya, sedikit banyaknya kita bisa mengurangi kemungkinan virus ini,” tutur Dandim.

Dandim Yusuf juga mengingatkan dalam minggu ini Operasi Yustisi bisa difokuskan pada areal wisata yang ada di Aceh Tamiang karena akan terjadi pembludakan kerumunan orang karena libur panjang.[Antoedy]

Satu tanggapan untuk “Penyebaran Covid-19 Makin Ganas, Pemkab Aceh Tamiang Akhirnya Larang Pesta Perkawinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *