Pemkab Atam Didesak Buka Sekolah Tatap Muka

halaman7.com Aceh Tamiang: Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang diminta untuk dapat mempertimbangkan rencana membuka kegiatan pembelajaran secara tatap muka disekolah.

Demikian wacana yang dibahas dalam Rapat Koordinasi antara Majelis Pendidikan Daerah (MPD) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang di Mushalla Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Kamis 19 November 2020.

Mengeluh

Wacana tersebut diungkapkan Wakil Ketua MPD Ridwan Ma’ruf. Karena isu pendidikan terkait pembelajaran secara daring (dalam jaringan) banyak menuai keluhan dari masyarakat, baik itu murid, bahkan wali murid.

Menurutnya, mereka mengeluhkan sangat sulit sekali belajar tanpa melakukan tatap muka bersama guru.

Dengan mempertimbangkan keluhan tersebut, MPD yang memiliki tugas mengawasi dan menilai penyelenggaraan pendidikan pada semua jalur. Jenis dan jenjang pendidikan membuat suatu landasan pemikiran mengenai kegiatan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yaitu wacana kegiatan belajar secara tatap muka disekolah.

Dalam rapat tersebut, beberapa unsur menyampaikan pemikiran dan fakta yang terjadi di lapangan. Tentang program pembelajaran yang telah dijalankan dalam mensiasati sulitnya belajar secara daring.

Penyampaian tersebut disampaikan Dra Suryani, anggota MPD Aceh Tamiang. Menurutnya pembelajaran yang dilakukan baik di mushalla maupun datang ke rumah guru juga tidak memenuhi standar protokol kesehatan.

“Pembelajaran yang dilakukan secara daring dirasa tidak efesien. Anak-anak memang tidak berkumpul di sekolah namun anak-anak berkumpul diluar sekolah dan tidak juga mentaati protkes,” jelasnya.

Guru Sekedar Beri Tugas

Fakta di lapangan yang juga banyak terjadi. Guru hanya sekedar memberikan tugas kepada siswa tanpa ada interaksi balik. Sehingga anak-anak menjadi bingung dan juga orang tua siswa tidak dapat menjadi guru pengganti. Tidak memiliki waktu dengan kesibukan masing-masing.

Dikatakan, sebahagian anak malah terjerat dalam penyalahgunaan HP, lebih banyak digunakan untuk game dan lainnya. Disamping itu juga sebagain anak dan orang tua tidak memiliki HP maupun laptop.

Suryani menyarankan agar Pemkab Aceh Tamiang dapat mengambil kebijakan untuk membuka kembali sekolah secara tatap muka. Dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan begitu Pemkab dapat menyeragamkan pelaksanaan pembelajaran masa Pandemi Covid-19.

“Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Acceh Tamiang agar dapat mengontrol persiapan dan kesiapan disemua satuan Pendidikan,” ujarnya.

Dorong

Menanggapi hal tersebut di atas Ketua MPD Aceh Tamiang Fahmizar SPd mengatakan persoalan yang dihadapi memaksa untuk berpikir. Bagaimana menyikapinya. Apakah akan dibiarkan atau apakah memberanikan diri.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu anggota DPR dari Fraksi PA dan Fraksi Tamiang Sepakat, menyetujui dan mendorong bupati untuk membuka sekolah. Maka dari itu, hari ini saya mengajak kita semua untuk mari satukan barisan,” serunya.

Menyikapi apa yang menjadi pokok permasalahan tersebut. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang Drs Abdullah mengatakan sangat sepakat atas landasan pemikiran agar wacana pembelajaran tatap muka di sekolah segera direalisasikan. Namun lanjutnya wacana tersebut harus diskusikan kembali. Mengingat adanya aturan protokol kesehatan yang tidak bisa dilanggar.

“Besok ada undangan untuk mengikuti rapat secara daring bersama empat menteri yang akan membahas masalah pembelajaran 2020-2021 secara tatap muka. Maka akan kita tunggu bersama keputusan besok,” ungkap Plt Kadis.

Dijelaskan juga, Pemerintah Daerah tidak bisa langsung memutuskan prihal tersebut. Karena ada aturan yang menaungi itu seperti adanya Surat Keputusan dari Menteri yang tidak bisa dilanggar.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *