Gus Arwani Dipercayakan Sebagai Sekjen DPP PPP, Begini Kiprahnya

halaman7.com – Jakarta: Tim Formatur Muktamar IX PPP yang berjumlah 13 orang setelah hampir seminggu melaksanakan rapat formatur, akhirnya menunjuk H Muhamad Arwani Thomafi bin KH Thoefoer MC sebagai Sekretaris Jendral DPP PPP.

Gus Arwani akan mendampingi H Suharso Monoarfa sebagai Sekretaris Jenderal DPP PPP dari   2020-2025. Arwani Thomafi, adalah politikus kelahiran Rembang, 21 November 1975. Terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2024 di usia 34 tahun dari mewakili Jawa Tengah III (Kabupaten Rembang, Pati, Grobogan dan Blora).

Ia mulai aktif di DPP PPP sejak 2007, sebagai Wakil Sekjen PPP. Setelah Muktamar Bandung 2011. Arwani terpilih sebagai Ketua Bidang Komunikasi DPP PPP.

Pria yang kerap disapa dengan panggilan Gus Aang ini menikah dengan Latifah dan dikaruniai 3 putra. Saat ini, Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PPP sekaligus sebagai Korwil Pemenangan Jawa Kalimantan. Sebagai Korwil Pemenangan Jawa dan Kalimantan.

Dalam Pilakda 2018 lalu Arwani bersama stakeholder partai berhasil memenangkan Pilkada di tiga provinsi besar di pulau Jawa yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Dalam Pemilu 2019 lalu, Arwani mengantongi suara sekitar 69 ribu. Terpilih kembali untuk DPR Periode 2019-2024, ini merupakan periode ketiganya di Parlemen.

Dunia pesantren telah identik dengan Gus Aang ini. Ia tumbuh dan besar di lingkungan pesantren asuhan orang tuanya (Alm) KH Ahmad Thoifur dan (Almh) Hj Muhimmah Fathurrahman di Lasem, Rembang.

Sejak SD hingga SMP ia nyantri di Pondok Pesantren di Lasem, Rembang. Saat di Madrasah Aliyah (MA), ia juga mengenyam pendidikan di pondok pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak. Saat kuliah di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Arwani juga nyantri di Pondok Pesantren al-Munawir Krapyak, Yogyakarta.

Setiap momentum ramadan, mantan Ketua Maarif NU Lasem ini selalu merutinkan mengaji khazanah keislaman klasik di Pondok Pesantren al-Anwar Sarang Rembang asuhan almahrum Syeikhuna KH Maimoen Zubair. Hubungan Arwani dengan almarhum KH Maimoen Zubair ini cukup dekat.

Banyak kalangan menyebut, Arwani merupakan salah satu kader ideologis Mbah Moen dalam tindakan berpolitik, beragama dan bernegara. Karakter mengayomi dan menekankan musyawarah dalam setiap persoalan menonjol dari diri Arwani. Meski ia cukup tegas jika menyangkut persoalan prinsip dasar.

Kiprah di Parlemen

DPR Periode 2009-2014:

Arwani Thomafi ditugaskan selama 1,5 tahun di Komisi VIII DPR RI, komisi yang membidangi Agama dan Sosial. Tahun pertama tugas di bidang legislasi, Penasehat Yayasan Alhamidiyyah Islamic Center Lasem itu menjadi anggota Pansus RUU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Setelah itu pindah di komisi V DPR RI Bidang Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Pada 2012 diangkat sebagai Sekretaris Fraksi PPP DPR RI. Pada tahun itu juga, ia terpilih sebagai Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu dan Anggota RUU Pansus MD3.

DPR Periode 2014-2019:

Pada Pemilu 2014. Arwani Thomafi terpilih kembali sebagai anggota DPR RI dari PPP mewakili daerah pemilihan yang sama. Pada tahun pertama di periode 2014-2019 ini, ia ditugaskan di komisi II (Mendagri, KPU/Bawaslu, BPN) dan di Badan Legislasi.

Sejak 2015, Arwani juga menjadi Ketua Pansus RUU Larangan Minuman Beralkohol. Kendati hingga DPR periode 2014-2019 berakhir, RUU tersebut tak menemukan kata sepakat oleh para perumus undang-undang di DPR.

Tak lama di Komisi II DPR, Arwani ditugaskan di Komisi I bidang pertahanan dan luar negeri hingga berakhir DPR periode 2019. Sejumlah isu publik seperti persoalan pertahanan, keamanan dan luar negeri menjadi perhatian Arwani.

Seperti persoalan di Papua didorong agar diselesaikan secara inklusif, persoalan Rohingnya Arwani mendukung diplomasi pemerintah dengan mendorong formula 4+1 (mendorong stabilitas, menghindari kekerasan, memberikan perlindungan kepada semua pihak di Rakhine State, membuka akses untuk bantuan kemanusiaan serta mendorong pemerintah Myanmar menjalankan rekomendasi Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State).

Isu kemerdekaan Palestina juga menjadi perhatian serius Arwani karena merupakan amanat konstitusi bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa.

Arwani didapuk sebaga Ketua Fraksi MPR RI sejak 2016-2019. Sejumlah isu kebangsaan juga menjadi sorotan Arwani. Ia mendorong berbagai persoalan dilakukan dengan proses dialog agar melahirkan solusi yang baik bagi semua pihak. Periode 2016-2019, Arwani juga aktif di Badan Pengkajian MPR RI.

DPR Periode 2019-2024

DPR Periode 2019-2024 ini, Arwani Thomafi mendapat amanah dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI. Membidangi urusan pemerintahan daerah, reformasi birokrasi, pemilu, dan pertanahan.

Arwani dilantik menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR RI pada 31 Oktober 2019 bersama pimpinan Komisi II lainnya. Selama menjadi pimpinan Komisi II, Arwani kerap menyuarakan pengangkatan guru honorer dan pegawai K2.

Ia juga kerap menjadi rujukan wartawan terkait persoalan Pilkada, reformasi birokrasi dan politik dalam negeri. Namun, sejak 25 November 2020, Arwani dilantik sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI. Di komisi yang membidangi infrastruktur ini bukan hal baru bagi politisi kelahiran Lasem ini.

Di periode DPR sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota Komisi V DP. Selain itu, di Periode 2019-2024 Arwani kembali dipercaya sebagai Ketua Fraksi MPR RI. Jabatan ini ia emban sejak tahun 2016 lalu.[Aji S | red 01]

Facebook Comments
(Visited 104 times, 1 visits today)
297 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *