Istri Gubernur antar Langsung Bantu Logistik bagi Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

halaman7.com – Aceh Tamiang: Ketua TP-PKK Provinsi Aceh Dyah Erti Idawati menyambangi Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu 24 Januari 2021. Istri Gubernur Aceh ini menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir disejumlah titik posko pengungsian di daerah ini.

Dalam kunjungan ini, Dyah Erti juga meninjau lapangan terkait rusaknya tanggul akibat abrasi dikarenakan luapan air sungai.

Hadir bersama Dyah Erti, pata istri Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) diantaranya Kepala BPBA Dr Ir Ilyas MP. Plt Kepala Dinas Pengairan Aceh Ir Mawardi dan Plt Kadis Sosial Pemerintah Aceh Devi Riansyah AKS MSi. Turut hadir juga anggota DPRA Dapil 7 Nora Idah Nita SE.

Sebelum bertolak ke Lapangan. Bupati Aceh Tamiang Mursil didampingi Ketua DPRK Suprianto ST, Dandim 0117 Aceh Tamiang  Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita dan Kabag Ops Polres Aceh Tamiang AKP Syukrif I Panigoro menerima penyerahan bantuan logistik secara simbolis dari Pemerintah Aceh untuk para korban banjir dalam Kabupaten Aceh Tamiang.

Adapun bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 6.500 kg. Telur ayam sebanyak 12 ribu butir, minyak goreng sebanyak 1.000 kg, dan gula pasir sebanyak 600 kg.

Dalam kesempatan ini, Dyah Erti Idawati menyampaikan kunjungan yang dilakukan, merespon surat yang disampaikan Bupati Mursil. Selain menyerahkan bantuan logistik. Juga akan membantu mencarikan solusi dalam menangani masalah banjir.

Rusaknya Tanggul Sungai

Menanggapi apa yang disampaikan Dyah. Bupati Mursil mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas perhatian dan kepeduliannya terhadap Kabupaten Aceh Tamiang.

Bupati Mursil sekilas menceritakan kesedihan yang dirasakan masyarakat di satu wilayah pedalaman Tamiang karena rusaknya tanggul sungai. Ia meminta agar Pemerintah Aceh melakukan normalisasi sungai pada titik-titik yang diduga sering mengalami abrasi.

Menjawab apa yang disampaikan Bupati Mursil. Dyah meminta beberapa titik yang rusak. Meski ini kewenangan Pemerintah Aceh, namun perlu adanya kerjasama dari Bupati Mursil dengan mengajukan permohonan yang dimaksud dari BPBD ke BPBA.

Dyah saat melihat ibu-ibu di pengungsian.

Kecamatan Bendahara

Peninjauan pertama pada Kecamatan Bendahara di Kampung Masjid. Rombongan disambut langsung Camat Bendahara Fakhrurrazi Syamsuyar SSTP beserta unsur Forkopimcam.

Ada sekitar  17 Kepala Keluarga pada kampung tersebut terendam banjir. Diposko pengungsian tersebut Ibu Dyah memberikan sejumlah bantuan.

Selanjutnya rombongan menuju Kampung Teluk Halban dan Rantau Pakam. Dua Kampung tersebut merupakan kampung terparah yang mengalami banjir. Diprediksi, dalamnya debit air merendam rumah dan pertanian warga akibat berulang kali rusaknya tanggul sungai dikampung tersebut.

Ketika melihat kondisi tanggul. Dyah dihadapan camat, aparatur kampung dan beberapa tokoh masyarakat serta warga menyampaikan tujuan dari kunjungan kerja kali ini. Untuk meninjau kondisi tanggul yang rusak akibat abrasi sungai. Pemerintah Aceh telah menyiapkan beberapa program terkait normalisasi sungai.

“Kita meninjau kecamatan yang tanggulnya rusak. Kemudian hasil ini akan kita laporkan ke Bapak Gubernur Aceh. Sebagai bahan rapat untuk mencari solusi penanggulangan banjir,” ungkap Dyah.

Pengungsi 3.741 KK

Berdasarkan data yang di peroleh dari Kasie Kesra Kecamatan Bendahara, total pengungsi korban banjir pada Kecamatan Bendahara sebanyak 3.741 Kepala Keluarga dengan total 13.753 jiwa.

Selanjutnya rombongan melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Seruway di Kampung Tangse Lama Halaman Masjid Al-Muttaqin dan disambut Camat Seruway M Hans Marta Kesuma SSTP, MSP serta unsur Forkopimcam.

Sejumlah bantuan diserahkan secara simbolis dari Istri Gubernur Aceh kepada Camat Seruway. Camat Seruway dalam laporannya menyampaikan Kampung Tangse Lama Merupakan wilayah terbanyak terdampak banjir dengan jumlah pengungsi sebanyak 271 Kepala Keluarga dari 615 jiwa.

Sementara untuk total keseluruhan di Kecamatan Seruway, sebanyak 1.966 jiwa korban banjir.

Bantuan Simbolis

Dyah dalam kunjungan terakhirnya di Posko ini mengatakan bantuan yang diberikan pada setiap posko pengungsian bersifat simbolis, untuk bantuan keseluruhannya akan disalurkan kepada pengungsi melalui unsur Forkopimcam.

Istri Gubernur ini juga mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan Protokol Kesehatan dengan menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) agar tetap terhindar dari wabah Covid-19.[Antoedy]

Facebook Comments
(Visited 19 times, 1 visits today)
63 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *