Dituding Buat Pernyataan Tidak Bermoral, Dalimi dan Robby Dituntut Minta Maaf

halaman7.com – Banten: Menjawab Pernyataan Dalimi dan Robby Syah Putra disejumlah media tentang “begal politik” dinilai Tarmizi Age sebagai ungkapan yang tidak bermoral dan ke kanak-kanakan.

“Saya ingatkan agar berhati-hati kalau mengeluarkan pernyataan,” tegas Tarmizi Age, Minggu 28 Maret 2021 di Banten,

Dalimi yang diketahui sebagai Wakil Ketua DPR Aceh dan tersebut sebagai Wakil Ketua DPD I Partai Demokrat Aceh, disejumlah media memasukkan nama Tarmizi Age, lengkap dengan gambar dalam farame “begal politik”.

“Ini adalah perlakuan tercela dan sangat terhina,” ujar Tarmizi Age

Sebagai wakil ketua DPR Aceh, seharusnya Dalimi lebih peka dalam menggunakan kata-kata. Karena sangat disayangkan jika anak-anak yang sedang meranjak dewasa membaca pernyataan beliau yang tersebar luas di media online, tentu akan berpangaruh,

“Ditakutkan psikologi anak-anak akan terpengaruh dengan kata-kata “begal” yang viral di Aceh. Hasil inspiratif dari seorang Dalimi yang merupakan Wakil Ketua DPR Aceh, yang mencakup seluruh Aceh,” tegas Tarmizi Age.

“Dalimi tau gak ‘begal’ itu artinya penyamun,” Tarmizi Age mempertanyakan.

Begitu juga dengan Robby Syah Putra yang tersebut di media sebagai Ketua Badan Komunikasi Strategis Daerah (Bakomstrada) di Partai Demokrat Aceh. Janganlah terlalu bergaya dengan kata-kata yang tak enak didengar.

“Robby ikut-ikutan ngata-ngatain saya. Bertaubatlah,” pesan Tarmizi Age.

“Kita sama-sama Aceh, apalagi saya pernah hidup di negara Denmark yang Demokrasinya masuk 5 besar terbaik dunia, jadi belajarlah berdemokrasi dan berpolitik yang baik, sehingga partai Demokrat tidak lenyap, saat kita diberi kesempatan bergabung dan mendapat corong,” tambahnya.

Atas berbagai pertimbangan yang matang demi kamujuan dan penyelamatan Partai Demokrat di Aceh, Tarmizi Age meminta AHY menertibkan orang-orang yang bisa mencoreng nama baik Partai Demokrat. Karena pernyataan-pernyataan mereka yang kasar dan bisa memancing konflik disharmonisasi sosial di partai.

Sekarang seharusnya, kita sedang menambah jumlah kader bukan mengurangi kader. Sehingga siapa saja yang maju untuk presiden dan gubernur serta bupati/walikota dari Partai Demokrat kedepan, besar harapan bisa terpilih, dengan jumlah dukungan yang ramai.

Masyarakat risau karena segilintir pengurus menggunakan kata-kata kasar seperti ‘begal’. Orang jadi tidak suka partai Demokrat.

“Apa lagi kami di Aceh negeri syariat, orang sangat benci dengan kata-kata kotor seperti begal,” ujar Tarmizi.

Permohonan Maaf
Tarmizi Age menambahkan, ada baiknya AHY meminta Dalimi Wakil Ketua DPRA dari Partai Demokrat dan Robby untuk segera menyampaikan permohonan maaf dan juga menerbitkan di media. Agar publik mengetahui pernyataan “begal politik” adalah sebuah kekhilafan dan amarah yang tidak bisa terkawal saat itu.

Dalimi dan Robby juga diharapkan tidak usah malu meminta maaf. Apa lagi ini untuk kebaikan bersama. Dalam mengkonsolidasikan Partai Demokrat.

“Lebih cepat lebih nyaman,” ketus Tarmizi Age.

Besar harapannya juga kepada AHY agar menyampaikan kepada Ketua DPD Partai Demokrat Aceh untuk membantu kader di seluruh Aceh. Apakah itu berupa kegiatan atau bantuan beasiswa untuk anak-anak mereka. Sesuai kemampuan dan kebutuhan. Apalagi Ketua DPD Demokrat Aceh saat ini Gubernur di Serambi Mekkah.

Terakhir, AHY diharap selalu mengawasi, mengevaluasi dan menertibkan mereka-mereka yang bisa meruntuhkan kredibilitas partai. Saat diberi sedikit kepercayaan seperti ini, pungkas Tarmizi Age menjawab Dalimi dan Robby.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *