Rampimnas-1 PPP: Tidak Ada Lagi Friksi Internal

halaman7.com – Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa, menegaskan tidak ingin ada friksi-friksi di internal PPP yang tidak bisa terselesaikan.

Suharso mengaku lelah jika PPP terfokus pada persoalan internal yang tak kunjung. Sebab friksi internal hanya akan menghambat perjuangan partai.

“Kita tidak ingin sekecil apapun ruang yang setitik atau sebesar nila mengganggu PPP ini. Kita sudah lelah dengan hal itu. Ya Pak Djan Faridz? Kita ingin partai ini namanya saja merawat persatuan dan pembangunan,” ucapnya.

“Sekali lagi, inilah kesempatan yang diberikan kepada kita semua untuk mempertaruhkan kebolehan kita untuk menjaga eksistensi,” tembali tegasnya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke I (PPP) pada Jumat siang 12 Maret 2021.

Suharso berpesan, Rapimnas kali ini antara lain mensosialisasikan PO (Peraturan Organisasi) kepada para pengurus dewan pimpinan wilayah (DPW) PPP se-Indonesia.

“Sesuai janji saya kepada teman-teman DPW mengenai PO (Peraturan Organisasi) yang akan segera kita terbitkan. Ini dalam rangka untuk menjemput Muswil dan juga Muscab yang akan datang,” ujar Suharso Monoarfa.

Suharso juga berpesan kepada seluruh kader partai berlambang Ka’bah tentang pentingnya menjaga persatuan dan terus membangun PPP agar kembali berjaya.

“Saya berharap Muswil berjalan dengan adem, sejuk, dan kemudian menjadi contoh untuk yang lainnya. Kita selesaikan dengan baik,” tuturnya.

“Kalau ada sesuatu yang harus kita bahas, ya kita bahas, setengah kamar, sepertiga kamar, seperempat kamar, monggo. Kita selesaikan dengan mulus,” imbuhnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menambahkan, perjalanan PPP memasuki babak baru. Rekonsiliasi dan reunifikasi faksi-faksi di tubuh partai berlambang Kabah itu belakangan ini cukup menjanjikan.

Rekonsiliasi

Ketika membuka Rapimnas ke-1 PPP, Jumat siang itu, Suharso Monoarfa, memberikan kesempatan kepada salah seorang tokoh PPP, Djan Faridz, untuk menyampaikan sambutan.

Dalam kepengurusan DPP PPP periode 2020-2025 ini Djan Faridz dipercaya sebagai Anggota Majelis Kehormatan PPP. Sebelumnya, Djan pernah menempati posisi Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta tahun 2014. Adapun ketika itu, Suharso memimpin PPP versi Muktamar Pondok Gede.

Tahun 2018 Djan Faridz mengundurkan diri dari posisi ketum versi Muktamar Jakarta dan digantikan Humphrey Djemat. Usai Pemilu dan Pilpres 2019, Humphrey juga sepakat untuk rekonsiliasi dengan kubu Suharso yang kini adalah Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional.

Ketika mengundang Djan Faridz untuk berbicara dalam pembukaan Rapimnas Ke-1, Suharso memperkenalkannya sebagai sahabat dan teman berantam.

Ucapan Suharso itu disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Dalam sambutan singkatnya, Djan Faridz berterimakasih dan menyatakan siap membantu Suharso Monoarfa demi kemajuan PPP di masa depan.

“Puji syukur kehadirat Allah SWT, sahabat tercinta saya menjadi Ketum PPP. Selain doa, saya siap kok bantu beliau (Suharso Monoarfa),” ujar Djan Faridz yang juga anggota Dewan Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Djan Faridz juga berharap PPP tetap eksis dan semakin jaya di dalam blantika politik nasional.

“Kita harus melihat ke depan, bagaimana PPP ini tetap eksis di dunia politik dan bermanfaat untuk umat Islam khususnya. Jadi, jangan sampai kita ini sudah bersatu, saya sudah bersatu dengan beliau, terus manfaat buat PPP-nya kurang,” tuturnya.

“Ini tantangan kita ke depan. Insya Allah dengan doa beliau dan kiai-kiai yang ada di seluruh Indonesia PPP bisa kembali jaya. Amiin,” demikian Djan Faridz dibalas senyuman hangat Suharso Monoarfa.

Rapimnas PPP ini dihadiri seluruh pejabat teras DPP PPP, dan diikuti seluruh DPW dan DPD se-Indonesia, serta ditayangkan secara langsung di ruang virtual.[Aji S | red 01]

Satu tanggapan untuk “Rampimnas-1 PPP: Tidak Ada Lagi Friksi Internal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *