FPRM Sesalkan Putusan Kejari Lhoksukon Tuntut Nelayan yang Bantu Etnit Rohingya

halaman7.com – Langsa: Miris, tiga nelayan Aceh yang berniat baik menolong pendaratan manusia perahu Rohingya demi kemanusiaan pada 2020 lalu malah menjadi pesakitan. Dituntut 6 tahun penjara oleh Kejaksaan Negeri dalam persidangan di Pengadilan Negeri(PN) Lhoksukon, Aceh Utara.

Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin di Langsa, Kamis 17 Juni 2021 menyesalkan keputusan ini.

“Miris, sangat miris hukum di negeri ini,” sebutnya.

Menurutnya, tiga orang tersebut hanya menolong demi kemanusiaan menyelamatkan warga Rohingya tersebut.

Sesal Nasruddin, mengapa Faisal asal Sampoiniet, Aceh Utara. Abdul Aziz asal Idi Rayeuk Aceh Timur dan AF alias Raja warga Gampong Ule Rubek, Seunuddon  Aceh Utara, dituntut secara hokum. Sementara mereka hanya membantu dan tidak mengetahui imbas dari perbuatannya tersebut.

Atas peristiwa memilukan ini, Ketua FPRM ini mengimbau nelayan dan masyarakat lainnya, bila melihat adanya manusia perahu di laut tidak segera mengambil tindakan.

“Berkoordinasilah terlebih dahulu dengan pihak terkait. Jangan sampai kasus seperti yang dialami Faisal dkk pada 2020. Dimana mereka niatnya hanya menolong, mengambil pengungsi Rohingya terutama anak-anak dan perempuan ke darat, akan tetapi mereka dituntut 6 tahun penjara.

“Memang belum belum ada keputusan pengadilan. Tapi mereka dituntut 6 tahun penjara dalam persidangan,” sebut Nasruddin.

Dikatakan lagi, saat ini para pengungsi sudah senang sudah mendapatkan pelayanan dari lembaga-lembaga internasional.

“Tetapi keluarga dari tiga orang nelayan tersebut, anak dan istri siapa yang menolong,” sebut Nasruddin prihatin.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *