“Gak Usah, Sebentar Lagi Allah SWT Akan Berikan Rumah Bagus Untuk Saya”

Catatan: Eddyanto SST

KONDISI kehidupan kakek Bakar (77 tahun) sangatlah memprihatinkan. Tidak saja dikondisi normal sebelum munculnya pandemi Covid-19 satu setengah tahun silam.

Eddyanto
Eddyanto

Dalam usia yang semakin uzur, kakek Bakar ini hidup sebatangkara di sebuah gubuk reot miliknya di tanah tumpangan milik Ibu Tati di kawasan Dusun Tani Jaya, Desa Birem Rayeuk Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.

Selaku pemilik lahan yang ditumpangi Kakek Bakar. Ibu Tati menceritakan semenjak istrinya meninggal 9 tahun yang lalu. Kek Bakar tinggal sebatang kara. Karena memang tidak memiliki anak.

Saat ini untuk bertahan hidup. Dirinya (Tati) selaku tetangga yang mengurus serta memberi makan Kek Bakar setiap harinya di rumah. rumah berukuran 2×3 meter sudah tentu tidak layak huni. Dimana kerangka rumahnya terbuat dari kayu tanpa tiang utama yang sudah keropos dan hampir rubuh.

Dinding rumah dari anyaman bambu yang sudah banyak lubang. Atap rumah terbuat dari rumbia yang sudah banyak tak beraturan lagi. Rumah itu menjadi saksi bisu perjalanan hidup Kek Bakar.

“Titisan air hujan disertai dinginnya angin malam yang menusuk tulang yang semakin rapuh menjadi sahabat setianya,” ungkap Tati lirih.

Naluri Prajurit

Melihat mirisnya kondisi kehidupan Kek Bakar ini. Sertu Eko Purwanto seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) Birem Bayeun, Aceh Timur terbuka hatinya.

Naluri prajuritnya sebagai abdi negara yang bertugas mengayomi masyarakat membawa dirinya sangat ingin membantu Kek Bakar yang dulunya berasal dari Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur.

Sebagai seorang prajurit yang lahir dari rakyat. Naluri untuk membatu pun di cetuskan Sertu Eko Purwanto kepada Kek Bakar. Dirinya  bermaksud membedah rumahnya. Namun Kek Bakar menolak.

“Gak usah, sebentar lagi Allah SWT akan memberi saya rumah yang bagus,” cetus Kek Bakar dengan mata berkaca-kaca.

Bahkan, ketika di tanya mau makan apa. Kek Bakar menjawab, orang tua macam saya mana ada kepingin makan apa apa lagi.

“Satu hari makan sekali aja sudah alhamdulilah,” ujar Eko menirukan ucapan Kek Bakar.

Komunikasi

Mengetahui keterangan dari masyarakat sekitar dan pengakuan Kek Bakar yang sangat bersyukur atas nikmat Allah SWT yang mengiringi hidupnya. Babinsa Sertu Eko Purwanto langsung menghubungi Faisal Azmi selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Birem Bayeun. Berkoordinasi mengenai bantuan kepada Kek Bakar.

Alhasil, dengan adanya komunikasi yang baik antar aparat pemerintah, bantuan berupa paket Sembako juga langsung diberikan Faisal Azmi pada Kek Bakar yang turut didampingi Dahlan, selaku Kepala Lorong (Keplor).

Eko juga menjelaskan, saat ini Geuchik (Kepala Desa) Birem Rayeuk dan warga telah membangun rumah untuk Kek Bakar secara swadaya masyarakat. Hanya saja belum selesai dikerjakan.

“Semoga cepat selesai rumahnya. Kek Bakar akan langsung kami pindahkan ke rumah yang baru,” sebut Eko.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Rasanya kita sedih benar melihat perjuangan hidup Kek Bakar,” tambah Eko.

Jangankan untuk bertahan hidup dari kerasnya tantangan dunia.Nasib untuk hidup sejahtera seakan tidakmenghampiri dirinya. Cobaan dan terpaan Covid-19 ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Kek Bakar.

“Pria renta uzur yang masih optimis dan berbesar hati dengan Kuasa Illahi,” sebut Babinsa Eko dengan mata berkaca-kaca menahan haru.

Kata-kata Kek Bakar yang mengatakan tak usah, sebentar lagi Allah SWT akan memberikan rumah yang bagus untuk dirinya. Hingga kini masih terngiang dibenak Sertu Eko Purwanto dan warga lainnya. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik buat Kek Bakar. Semoga.[]

 Penulis, Redaktur halaman7.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *