Menelisik Peluang Nova Kembali Pimpim Demokrat Aceh

halaman7.com Banda Aceh: Pemerhati sosial politik Aceh, Usman Lamreung menilai Nova Iriansyah sepertinya bakal harus bekerja keras untuk mendapatkan dan mempertahankan kembali sebagai Ketua DPD Partai Demokrat.

Soalnya ada perubahan peta dukungan dari DPC-DPC seluruh Aceh. Sebelumnya pada pertengahan juni lalu saat direncanakan Musda, tetapi ditunda karena pandemi, DPC-DPC se-Aceh saat itu mendukung Nova Iriansyah.

Namun secara mengejutkan menjelang pelaksanaan Musda DPD Partai Demokrat pada awal September 2021 nanti, sekitar 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Aceh mencabut dukungan dari Nova Iriansyah sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh.

Ke 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Aceh mendukung Muslim. Alasannya, Muslim adalah sosok yang memiliki latar belakang yang cakap, mumpuni dan mampu membesarkan Partai Demokrat.

Usman Lamreung

“Benarkah Nova Iriansyah kabarnya tidak lagi berkeinginan menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Aceh? Atau jangan-jangan Nova Iriansyah memang tidak lagi mendapat dukungan dari DPC dan restu DPP Partai Demokrat,” tanya Usman, Senin 9 Agustus 2021.

Bukan tidak mungkin dugaan pertanyaan di atas, karena selama ini, kiprah dan elektabilitas partai demokrat semakin turun. Akibat banyak sorotan publik Aceh, atas kepemimpinan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh, juga sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

Aceh selama pemerintahan Gubernur Nova Iriansyah tak pernah berhenti dengan berbagai masalah. Dari masalah tidak harmonisnya dengan DPRA, masalah kemiskinan, masalah dana refocusing, Silpa, banyak temuan hasil audit BPK dan banyak lainnya.

Akademisi Unaya ini menelisik, bila Nova kehilangan salah satu pilar kekuasaannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Situasi akan semakin sulit. Bersamaan dengan persoalan keluarga, KPK, Pansus DPRA terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2020 dan BPBJ. Serta pernyataan Blunder Sekda Taqwallah sebagai Ketua Tim TAPA terkait Dana Refocussing yang penggunaannya boleh untuk selain Penanggulan Covid-19.

Selanjutnya, menurut Usman, bila Nova Iriansyah kehilangan kekuasaan sebagai ketua DPD Partai Demokrat, bisa saja berpengaruh pada dukungan Partai Demokrat di DPRA. Bisa saja demokrat akan meninggalkan Nova Iriansyah. Ini bisa saja berdampak pada berbagai masalah akan dihadapi sendiri, tanpa dukungan partai demokrat.

Dalam pandangan Usman, secara politik, panggung kuasa Nova mengalami turbulensi yang membuatnya menyingsingkan lengan.

“Kita tunggu jurus pamungkas yang mungkin masih dipendam untuk meredam. Lalu catur politik apa yang akan dimainkan DPRA disaat DPRA pun sepertinya di ‘serang’ oleh kekuatan yang gerah dengan Pansus BPBJ,” pungkas Usman memberi analisis.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *