Akan Ada Coffee Shop Disabilitas di Banda Aceh

halaman7.com – Banda Aceh: Dalam waktu dekat, akan ada coffee shop disabilitas di Kota Banda Aceh. Kafe ini akan dikelola para penyandang disabilitas yang terampil.

Kepala Seksi Rehabilitasi Anak, Lanjut Usia dan Penyandang Disabilitas Dinsos Banda Aceh, Kemalahayati, mengatakan, dalam realisasi tersebut waktu dekat ini. Khususnya di lingkungan Kantor Dinsos akan dibuka coffee shop yang dikelola para disabilitas.

Mereka sudah mendapatkan pelatihan Barista di awal Januari lalu. Atas kerja sama dengan BLK Banda Aceh Kementerian Ketenagakerjaan. 15 difabel tersebut dilatih teknik peracikan kopi secara manual dan mesin. Termasuk dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung kafe.

“Kafe disabilitas ini nantinya akan dilayani teman-teman yang disabilitas. Nmun dari pihak Dinsos juga tetap akan melakukan pengawasan usaha kafe tersebut. Dengan menempatkan seorang pendamping disabilitas yang akan memantau mereka,” kata Kemalahayati, Kamis 2 September 2021.

Menteri Sosial, Tri Rismaharani, pada kunjungan kerja ke LRSAMPK Darussa’adah Aceh, telah telah membantu peralatan untuk coffee shop kepada 15 orang penyandang disabilitas tuna rungu di Banda Aceh.

“Dinsos Banda Aceh menerima mesin peracik kopi, kompor gas set, gelas-gelas kopi dan peralatan lainnya untuk penunjang sebuah kafe,” kata Mala sapaan akrab Kemalahayati.

Pada kesempatan itu pula Mensos menyerahkan secara simbolis bantuan berupa tabungan kepada 22 orang anak-anak Banda Aceh yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

Mala menjelaskan Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, sebelumnya telah berkomitmen untuk memberdayakan para penyandang disabilitas secara umum. Dengan menandatangani Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 1 Tahun 2019. Tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dalam Mendapatkan Pekerjaan Yang Layak.

Komitmen itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan kegiatan audiensi Walikota Banda Aceh beserta jajarannya dengan Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial di Jakarta pada 9 Maret 2021 lalu. Dari hasil pertemuan tersebut pihak Direktorat menyetujui untuk membantu berdirinya kafe disabilitas tersebut.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *