Anak Petani asal Bireuen Menyoroti Banyak Petani yang Hidup Miskin di Aceh

halaman7.com – Banten: Anak Petani asal Bireuen, Tarmizi Age, menyoroti banyaknya petani yang hidup miskin di desa-desa, khususnya di Aceh dan Indonesia pada umumnya.

Menurut Tarmizi, pada momen Hari Tani Nasional yang jatuh pada Jumat, 24 September 2021 kemarin, harusnya menjadi momentum bagi para petani dalam memperjuangkan aspirasi petani di seluruh Indonesia.

“Petani harus kaya,” tegas Tarmizi Age yang kini menetap di Banten, Sabtu 25 September 2021.

Mantan aktivis Aceh di Denmark ini menyatakan, petani harus kaya. Pemerintah harus membuat skema, agar petani bisa kaya. Dirinya yakin negara akan makmur jika petani itu kaya.

“Petani miskin, negara merana,” tambahnya,

Lelaki yang akrab di panggil AL Mukarram ini mengatakan di Denmark, Negara yang pernah ia diami hampir 10 tahun, petaninya kaya-kaya. Bahkan sampai ada bank pertanian.

“Super market di bangun dan dikelola petani. Saya ingin melihat petani di Indonesia tidak kalah dari Denmark,” ujarnya.

Tarmizi Age berpendapat petani Indonesia harusnya lebih kaya dari mereka (Denmark). Karena lahan di Indonesia  subur. Bisa bercocok tanam setahun penuh. Dibandingkan di Denmark, harus berhenti saat musim salju.

Putra kelahiran di kampung yang dihuni hampir 100 persen petani yaitu Alue Sijuek, Peudada, Bireuen, itu, ingin melihat petani kaya dari seluruh kampung dan daerah. Untuk tampil di pentas Nari Tani Nasional.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *