PWI Cari Bupati/Walikota yang Mumpuni Kebudayaan

halaman7.com – Jakarta: Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari, mengingatkan bahwa UNESCO pada 2017 menyatakan, Indonesia merupakan negara super power di bidang kebudayaan. Karena itu melalui Anugerah Kebudayaan (AK-PWI) ingin mencari bupati dan walikota yang mumpuni dalam bidang kebudayaan.

AK PWI ini nantinya akan diserahkan pada Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ketua Panitia HPN, Auri Jaya menambahkan, pilihan tema kali ini merupakan momentum menarik. Terutama dalam mencari terobosan perilaku baru berbasis informasi dan kebudayaan, pada masa pandemi dan pasca-pandemi.

Sedangkan Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara, Hj Nur Endang Abbas, mengajak para kepala daerah ambil bagian dalam anugerah ini. Sulawesi Tenggara siap menjadi tuan rumah HPN 2022 dengan baik.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, untuk bupati/walikota, ternyata idenya dari Temu Redaktur Kebudayaan (TRK) se-Indonesia, 2014, di Siak, Riau. Acara tahunan yang digelar PWI Pusat bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Saat itu mengangkat tema “Pers, Politik Kebudayaan dan Kebudayaan Politik”.

“Ide Anugerah Kebudayaan ini, saya dapatkan setelah menggelar Temu Redaktur Kebudayaan di Siak, Riau 2014. Pada saat itu Bupati Siak, Pak Syamsuar, yang kini menjabat Gubernur Riau,” papar Ketua Pelaksana AK-PWI Yusuf Susilo Hartono, pada Sosialisasi AK-PWI pada HPN 2022 dalam siaran persnya, Sabtu 18 September 2021.

Kontrol dan Ajang Apresisi

Menurut Yusuf, pada saat menggelar TRK di Siak itu, kapasitasnya sebagai Ketua Departemen Wartawan Film, Kebudayaan dan Pariwisata. Setelah mencermati berbagai wacana yang berkembang dalam TRK, dia menyadari banyak hal penting terkait realitas pers, politik kebudayaan dan kebudayaan politik.

Di antaranya era otonomi daerah yang desentralistik — pasca runtuhnya Orde Baru yang sentralistik —  memunculkan bupati/walikota hasil dari iklim politik transaksional. Maka untuk memajukan kebudayaan nasional. Perlu memperkuat kapasitas dan kapabilitas bupati/walikota.

Pada saat ide itu diajukan kepada Ketua Umum PWI Pusat, saat itu H.Margiono, langsung setuju. Setahun kemudian AK-PWI pertama digelar, hasilnya diumumkan pada puncak peringatan HPN 2016 di Lombok, NTB.

Penghargaan diserahkan di depan Presiden oleh Menko PMK Puan Maharani. Kepada tujuh kepala daerah di antaranya Bupati Banyuwangi, Azwar Anas. Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi. Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dan Bupati Wakatobi, Hugua.

Syarat dan Cara Mendaftar AK PWI 2022  

Panitia menetapkan, setiap bupati/walikota yang mengikuti AK-PWI 2022, harus mendaftarkan diri dan mengirim proposal 25-30 halaman. Di dalamnya berisi lima hal pokok.

(1) Pernyataan sebagai peserta. Biodata ringkas bupati/walikota dan gambaran singkat daerah, serta prestasi nasional/internasional.

(2) Berbagai program terobosan/inovasi untuk memenangkan kesehatan, kemanusiaan dan perilaku baru berbasis informasi dan kebudayaan.

(3) Objek Pemajuan Kebudayaan yang mana, dari Pokok-pokok Pemikiran Kebudayaan daerah (PPKD) yang digunakan untuk menunjang terobosan/informasi. Apakah manuskrip, kesenian, tradisi lisan, teknologi tradisional, atau lainnya.

(4) Pengelolaan wartawan/media massa/medsos untuk menunjang perwujudan perilaku baru. (5) Daftar link rujukan masing-masing bab. Dilengkapi lampiran PPKD lengkap. Sedangkan video, merupakan pendukung proposal. Durasinya 7-10 menit. Format Mp4, resolusi 720-1080. Dikirim ke pwianugerahkebudayaan@gmail.com.

Pendaftaran dibuka 1 September – 1 November 2021. Proses penjurian berlangsung 3-25 November 2021 oleh Tim Juri yang terdiri dari akademisi, pengamat seni/budaya, praktisi seni, dan wartawan kebudayaan.

Pada 29-30 November 2021, presentasi dan verifikasi 10 bupati/walikota yang proposal dan videonya terbaik. 1 Desember 2021, pengumuman nominasi calon penerima AK-PWI 2022.

“Pada 9 Februari 2022, Penyerahan AK-PWI dalam HPN 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara,” jelas Yusuf.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *