Sri Mulyani: 2020, Tahun Krisis Keuangan dan Kesehatan

halaman7.com – Aceh Tamiang: Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebutkan, 2020 bukan tahun biasa. Dimana negara mengalami krisis kesehatan dan keuangan. Akibat pandemi Covid-19 yang memaksa.

Bukan hanya Indonesia bahkan dunia yang telah merubah strategi di bidang kesehatan dan keuangan yang luar biasa.

“Indonesia juga telah melakukan langkah yang luar biasa pada tahun lalu. Akibat pandemi kita saat ini mengalami kesulitan yang tidak mudah. Bahkan mengancam masyarakat dan keuangan negara,” ujarnya saat menjadi pembicara utama pada Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2021, Selasa 14 September 2021.

Menkeu Sri Mulyani sangat berterima kasih kepada para pimpinan dan Pemerintah Daerah yang tekun pada pencegahan Covid-19. Dampak dari pandemi ini banyak anggaran yang di recofusing. Baik Kementerian Lembaga bahkan daerah. Bahkan banyak lembaga yang menjadi garda terdepan.

“Ini ujian yang luar biasa. Maka akan menghasilkan pemimpin yang luar biasa. Jaga terus tata kelola keuangan daerah,” terangnya.

Sebelum mengakhiri arahannya, Menkeu juga meminta maaf. Jika dalam pandemi Pemerintah mengambil langkah yang tidak biasa. Di samping program vaksin harus terus berlanjut hingga mencapai target. Juga langkah yang diambil bertujuan menggunakan instrumen keuangan negara dengan fleksibel.

Puncak dari Rakernas ini diikuti sebanyak 1.000 orang yang terbagi dalam zoom meeting dan live streaming youtube.

Direktur Jendral Perbendaharaan, Hadiyanto mengatakan, Rakernas ini merupakan agenda strategis tahunan.

Hadiyanto mengatakan, sebelum pelaksanaan Rakernas. Terlebih dahulu telah melakukan serangkaian kegiatan. Guna memeriahkan kegiatan ini. Diantaranya cerdas cermat online, lomba menulis, lomba tiktok, coaching clinic, dan lainnya.

Rakernas kali ini berisi 3 agenda. Pemberian penghargaan pada Kementerian Negara/Lembaga Negara Non Kementerian; Penghargaan kepada instansi pemerintah peraih WTP; dan peluncuran buku Mengawal Akuntabilitas Penanganan Covid-19.

Dari Aceh Tamiang, Rakernas ini diikuti Sekda Aceh Tamiang, Drs Asra. Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Abdullah. Kepala BPKD, Yusriati, dan Kepala Bappeda Aceh Tamiang, Rianto Waris. Mereka mengikutinya secara virtual di ruang rapat bupati.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *