BBPOM Aceh Intervensi Keamanan Pangan di Aceh Tamiang

halaman7.comAceh Tamiang: Tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh melakukan intervensi keamanan pangan di Aceh Tamiang. Itu dilakukan melalui program desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas dan pangan jajanan yang dikonsumsi anak usia sekolah.

Perwakilan Tim Lapangan BBPOM Aceh, Widya Ningsih mengatakan intervensi ini sangat perlu diadakan. Untuk mengetahui kondisi keamanan pangan di pasar dalam lingkup Kabupaten Aceh Tamiang.

“Beberapa makanan seperti mie basah, ikan asin dan kerupuk telah kita ambil sampelnya. Untuk diteliti apakah ada mengandung boraks atau bahan kimia berbahaya lainnya,” ujar Widya saat melakukan pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Mursil dan T Insyafuddin, Jumat 8 Oktober 2021 di ruang kerjanya.

Hasil uji laboratorium ini nanti, lanjut Widya akan disampaikan kembali kepada bupati. Perihal langkah yang akan diambil pimpinan daerah selanjutnya.

Pada dasarnya, boraks merupakan senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat yang berbentuk kristal lunak. Boraks bila dilarutkan dalam air akan terurai menjadi natrium hidroksida dan asam borat.

Senyawa ini digunakan untuk bahan non pangan seperti bahan pembuatan deterjen, pengawet kayu bahkan campuran pupuk tanaman. Akan tetapi, saat ini sedang maraknya terjadi penyalahgunakan Boraks pada pangan seperti digunakan sebagai pengenyal pada bakso, mie, kerupuk dan empek-empek.

Sementara itu, penggunakan boraks pada makanan dapat membahayakan kesehatan. Sebab dapat mengganggu susunan saraf pusat, fungsi ginjal dan hati bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

Desa Pangan Aman

Widya juga menyampaikan, Kampung Purwodadi, Kecamatan Kejuruan Muda telah terpilih menjadi Kampung Pilot Project Desa Pangan Aman.

Hal ini berdasarkan hasil penilaian tim akan beberapa kriteria yang telah ditetapkan. Selain itu, SMAN 1 Kejuruan Muda keluar sebagai juara 1 tingkat nasional lomba video Aman Pangan oleh BBPOM Aceh.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil mendukung penuh program intervensi ini. Menurutnya, barbagai sumber penyakit saat ini sebagian besar bersumber dari makanan tidak sehat yang dikonsumsi.

“Saya sering bertanya kepada para pasien kanker soal makanan yang dikonsumsi. Hampir semua dari mereka menjadi terlalu sering mengonsumsi junk food,” ujar Mursil.

Jadi memang harus benar-benar sehat makanan yang dikonsumsi ini. Jangan sampai pula yang berbahan boraks di konsumsi.

Melalui intervensi pasar ini, Pemkab Aceh Tamiang dan Tim BBPOM berharap kesadaran para pedagang dalam menggunakan bahan dasar non kimia dapat lebih meningkat.

Dalam kesempatan itu, Pemkba Aceh Tamiang dan BBPOM Aceh juga melakukan penandatanganan ‘Komitmen Bersama’. Sebagai dukungan Pemkab Aceh Tamiang terhadap pelaksanaan intervensi keamanan pangan dari BBPOM Aceh. Melalui program Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dan pangan jajanan yang dikonsumsi anak usia sekolah di Aceh Tamiang.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *