PMI Bukan Wadah Cari Uang, tapi Ujung Tombak Kemanusiaan

halaman7.com – Aceh Tamiang: Palang Merah Indonesia (PMI) butuh regenerasi. Relawan PMI merupakan ujung tombak dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan PMI.

Di sini (PMI) bukanlah wadah untuk mendapatkan uang, tetapi menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat lainnya.

Demikian hal itu ditegaskan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh, Murdani Yusuf pada Pembukaan  Pendidikan & Pelatihan Dasar (Diklatsar KSR – PMI) Kabupaten Aceh Tamiang di Markas PMI setempat di Karang Baru.

Selama Diklatsar ini seluruh peserta akan mengikuti berbagai tahapan. Untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas untuk membentuk KSR PMI yang berkompeten.

Ia juga berpesan kepada para peserta untuk terus menanamkan mindset “Jika kita memudahkan urusan orang lain dengan rasa pengabdian dan keikhlasan, maka Allah akan mempermudah segala urusan kita”.

Penting Sisi Kemanusiaan

Wakil Bupati Aceh Tamiang T Insyafuddin saat membuka Diklatsar mendukung penuh terlaksananya kegiatan ini. Dalam pandangannya, Diklatsar tersebut sangat penting. Terutama dari sisi kemanusiaan. Sehingga palang merah memiliki sumber daya manusia yang handal.

“Meningkatkan jumlah relawan dan kapasitas kemampuan anggota PMI serta pendekatan keterampilan hidup sangat diperlukan. Terlebih menyamakan persepsi antar pengurus, staf, pembina dan pelatih terhadap visi-misi PMI,” tutur Wabup.

Sebelumnya, Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang melalui Wakil Ketua I, Irwan Pane mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk menambah kapasitas para relawan.

“Kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan wajib tahunan, dengan tujuan menambah ilmu dan melatih para peserta menjadi tenaga relawan yang handal,”ujar Irwan.

Dijadwalkan kegiatan berlangsung sejak hingga 22 Oktober 2021 mendatang. Pembukaan Diklatsar juga turut dihadiri Anggota DPRA Asrizal Asnawi.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *