Arsip Negara Milik Pemda Aceh Jaya di Curi Maling

Tiga Tersangka Diringkus, Satu DPO

halaman7.com – Calang: Pihak Kepolisian berhasil meringkus pelaku tindak pidana pencurian arsip negara milik Pemda Aceh Jaya. Arsip yang dibobol maling merupakan arsip atau dokumen milik Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKK) setempat yang disimpan di gudang kantor Pemda setempat.

Dari hasil pengembangan petugas dan laporan masyarakat. Polisi berhasil menangkap tiga warga Aceh Jaya yang merupakan pelaku tindak pencurian milik Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) setempat.

Tiga pelaku tersebut yakni berinisial SI (42 tahun) warga Kecamatan Krueng Sabee dan IRH (32 tahun) asal Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya bertindak sebagai pelaku pencurian. Sedangkan tersangka dengan inisial IAA (63) asal  Kecamatan Krueng Sabee bertindak sebagai penadah.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Yudi Wiyono dalam konferensi pers, Rabu 25 Mei 2022 menjelaskan, jumlah aset milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang dicuri tersebut sebanyak 10 ton lebih. Ketiganya ditangkap dilokasi yang berbeda, dua di rumahnya dan penadah dibekuk di tempat usaha miliknya.

“Tersangka semuanya ada empat orang, dua bertindak sebagai pelaku pencurian, dan dua lagi sebagai penadah. Namun yang sudah diamankan baru tiga orang, satu penadah lagi asal Sumatera Utara (Sumut) masih dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata AKBP Yudi

Pengungkapan kasus tersebut, kata AKBP Yudi, berawal saat Kepala BPKK Aceh Jaya melaporkan hal tersebut pada 10 Mei 2022 lalu. Karena dokumen yang disimpan di gudang toko milik Pemda kawasan Gampong Blang, Kecamatan Krueng Sabee lenyap digondol.

“Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku sudah beraksi sebanyak 10 kali, dengan jumlah barang bukti yang dicuri 10.4 ton,” tuturnya.

Kemudian dokumen tersebut, tambah AKBP Yudi, dijual kepada penadah inisial IAA sebanyak delapan Ton dan delapan kali penjualan. Dari hasil penjualan tersebut pelaku menerima uang sebesar Rp11 juta.

Baca Juga  MRI Harus Sensitif Atas Persolan Masyarakat

Sisanya, pelaku juga menjual kepada penadah inisial JR (masih DPO) sebanyak 2,4 ton dalam dua kali penjualan. Sehingga dari hasil tersebut pelaku menerima uang sebesar Rp3 juta.

“Untuk menjalankan aksinya, pelaku ikut menggunakan tiga unit mobil pick up, guna mengangkut dokumen yang dicuri itu,” jelas Kapolres.

Saat ini dua dari tiga kendaraan tersebut sudah diamankan bersama sejumlah barang bukti lainnya.  Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terancam pasal 363 ayat (1) ke 4e Jo Pasal 362 Jo Pasal 64 Jo Pasal 480 ayat (1) dan ayat (2) KUHPidana.[Mus Calang | red 01]

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.