Ternyata Suku Bangsa Gayo Sudah punya Kamus Bahasa Sejak 1907

Disusun Dr Hazue dari Belanda

ilustrasi

halaman7.com – Banda Aceh: Dr Kern, warga negara Belanda, ternyata sudah menulis kekeberen (cerita rakyat) Gayo, pada 1903. Dr Kern, mendapat tulisan tangan dari salah satu orang Gayo pada saat itu. Kemudian, dituliskannya. Berdasarkan tulisan dari Kern, Dr Hazue menulis Kamus Gayo pada 1907.

“Keberen yang ditulis Dr Kern dan Dr Hazue ini bisa dijadikan rujukan dan penelitian lebih lanjut,” kata Zulfikar Ahmad, salah satu peserta Bincang Kekeberen Pusat Kajian Kebudayaan Gayo, Jumat 22 Juli 2022, malam.

Dilanjutkan pemerhati sejarah dan penelusur dokumen-dokumen Gayo yang terkoleksi di Belanda itu, kalau membaca kekeberen tersebut sekarang, agak aneh dibaca.

“Agak aneh dibaca. Kekeberen dijaman sara besilo. Rodjo Mersa ni ara roa anake. Sara rawan, sara banan. Besilo anake si rawan sine, tengah kuetjaq bloh beluh merekat,” kata Zulfikar Ahmad saat membacakan kekeberen 1903 tersebut yang ditulis dengan ejaan lama.

Menurut Zulfikar Ahmad, catatan-catatan kekeberen, kalau bisa dikumpulkan dari sejauh mungkin yang didapat. Bukan cuma bisa menyusun sebuah kamus, yang sekarang isi dari kamus itu sendiri sudah banyak hilang kata-katanya dalam bahasa Gayo sendiri.

Punah

“Penelitian saya, sekitar 72 persen bahasa Gayo sudah punah dan itu bisa ditemukan lagi dalam kamus yang disusun 1907 oleh Hazue. Ternyata, kekeberen bisa dimanfaatkan untuk menyusun kamus, mempelajari tata bahasa. Kita juga bisa mengetahui kebiasaan-kebiasaan masyarakat kita ketika itu, seperti yang disampaikan narasumber tadi,” katanya.

Bincang ke-23 Pusat Kajian Kebudayaan Gayo membahas kekeberen, yang merupakan salah satu sastra lisan Gayo, dengan narasumber peneliti kekeberen sekaligus dosen IAIN Takengon Dr Asdiana MA, dimoderatori Yusradi Usman al-Gayoni, dan MC Farhan Rezeki, alumnus SMA IT Fajar Hidayah Banda Aceh.[ril | red 01]

Baca Juga  Kapolresta Banda Aceh Bagikan Sembako dari Kapolda Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.