2022, Tahun Duka Pers Indonesia

Pembaca halaman7.com yang berbahagia.

INI hari pertama kita bersua bersama salam7. 2023 sudah mulai kita tapaki di hari perdananya.

2022 pun sudah berlalu. Suka duka dunia jurnalistik di tahun lalu penuh dinamika dan dinamis tentunnya. Dari banyak catatan sepanjang tahun lalu, bisa dikatakan 2022 adalah tahun duka.

Ada beberapa catatan yang perlu digaris bawahi sebagai tanda duka.

Pertama, sejumlah media cetak (koran, tabloid dan majalah serta radio) menyatakan 31 Desember 2022 atau akhir Desember sebagai hari mereka terbit.

Seperti Harian Republik. Koran yang pernah besar pada masanya ini resmi per 31 Desember 2022 merupakan edisi terakhirnya.

Direktur PT Republika Media Mandiri Arys Hilman mengungkapkan, perjalanan Harian Republika selama 30 tahun itu merupakan bentuk penyeimbangan terpaan informasi yang beredar di kalangan masyarakat.

Harian Republika terbit pedana pada 4 Januari 1993. Telah memberikan warna baru jurnalisme di Indonesia.

Dalam berbagai audit digital yang dilakukan, Arys mengatakan, sejumlah platform Republika terbukti memiliki keterikatan terkuat dengan komunitas pembaca media.

Karena itu, Harian Republika akan meninggalkan edisi koran dan beralih ke versi digital dalam melayani para pembaca.

“Inilah saatnya bagi kami untuk mengambil langkah kanan berikutnya. Mulai 1 Januari 2023, kami akan sepenuhnya berjalan dalam wahana digital. Surat kabar cetak akan kami terbitkan hingga edisi Sabtu, 31 Desember 2022,” kata Arys.

Bagi Ibu-ibu era di bawah 2010 ke bawah mungkin sempat bernostalgia dengan tabloid yang menang menyasar kaum perempuan ini. Pada minggu terakhir Desember 2022 juga, Tabloid Nova juga mengakhiri penerbitannya.

Sedangkan bapak dan ibu yang sempat mengenal majalan anak-anak yang sangat legend, juga bakal kehilangan bacaan masa kecilnya. Dimana majalah Bobo Junior, Mombi dan Mombi SD juga akhiri masa cetak di 2022.

Baca Juga  Jurnalisme Berkualitas dan Bermartabat

KG Media menghentikan penerbitan Tabloid Nova, Majalah Bobo Junior, Majalah Mombi, dan Majalah Mombi SD.

Hal tersebut diketahui dari surat bernomor 085/SirDis/XII/2022 yang beredar yang banyak beredar di sosial media dan kalangan pekerja media.

Adapun edisi terakhir Tabloid Nova edisi bundling No.1818 dan 1819, terbit 22 Desember 2022. Lalu, Majalah Bobo Junior No.20, terbit 21 Desember 2022.

Selain media cetak, dunia digital atau online juga memakan korban dari media radio. Dimana BBC siaran Indonesia juga, per 30 Desember 2022 merupakan kali terakhir mengudara.

Secara spesifik Radio BBC undur diri setelah 73 tahun mengudara di Indonesia, alasan penghematan. Alasan lain penutupan siaran radio BBC itu juga merupakan bagian dari transisi dari siaran analog ke digital.

BBC News Indonesia yang dulu dinamakan BBC Siaran Indonesia itu sengaja menghentikan siarannya. Hal itu ditempuh BBC World Service sebagai upaya penghematan sekitar £28,5 juta atau sekitar Rp537 miliar.

Konsekuensinya, penghentian siaran radio dilakukan di sejumlah layanan bahasa, termasuk BBC Arab, BBC Persia dan BBC China.

“Jadi, bukan hanya BBC News Indonesia yang menghentikan siaran radio,” papar Jerome yang dilansir dari siaran terakhir BBC pada Jumat 30 Desember 2022.

Kedua, yang membuat insan pers Indonesia terluka dan berduka yakni dengan lahirnya KUHP baru. Dimana dalam KUHP baru. Banyak pasal-pasal yang bisa menjerat pers.

Seperti halnya yang tertera dalam pasal 264 KUHP. Lihat kutipan lengkap pasal yang dimaksud. Pasal 264 KUHP berbunyi:

“Setiap orang yang menyiarkan berita yang tidak pasti, berlebih-lebihan, atau yang tidak lengkap, sedangkan diketahuinya atau patut diduga, bahwa berita demikian dapat mengakibatkan kerusuhan di masyarakat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau pidana denda paling banyak kategori III.”

Itulah sekelumit duka pers Indonesia di 2023. Kita berharap pada 2023 ini yang dibanjiri media online tidak ada yang ditutup paksa, akibat jeratan hukum dalam KUHP atau alasan lainnya.

Baca Juga  Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Waspadai Banjir

Ingat, 2023 adalah tahun politik. Tahun penuh tantangan bagi insan pers di Indonesia termasuk Aceh. Semoga kita bisa terhindar dari banyak ranjau yang mengancam kemerdekaan pers di tanah air ini.

Selamat datang 2023. Good Luck.[h7]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *