halaman7.com – Sabang: Berbeda dengan kawasan Titik Nol Kilometer yang berada di Ujung Barat kota, tugu Tugu Sabang Merauke ini berdiri sebagai simbol persatuan Indonesia di pusat aktivitas pemerintahan dan sosial Kota Sabang.
Berada tepat di jantung kota, di depan Kantor Walikota, Tugu Sabang Merauke menjadi salah satu penanda identitas daerah yang tak pernah sepi dari kunjungan masyarakat maupun wisatawan.
Sebagai ikon yang mudah diakses, Tugu Sabang Merauke kerap menjadi lokasi berfoto, titik kumpul kegiatan komunitas, hingga persinggahan wisatawan yang berkeliling pusat kota. Letaknya yang strategis membuat kawasan ini memiliki potensi besar sebagai ruang publik representatif sekaligus etalase wajah kota.
Beberapa fasilitas yang dinilai belum tersedia secara optimal antara lain toilet, jalur evakuasi yang memadai, pusat informasi, tempat ibadah, hingga perlindungan asuransi bagi pengunjung. Kondisi ini menjadi perhatian mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan di pusat kota.
Tingginya angka kunjungan wisatawan ke Sabang dalam beberapa tahun terakhir turut berdampak pada intensitas kunjungan ke tugu tersebut. Sebagai ikon kota yang mudah dijangkau, Tugu Sabang Merauke hampir selalu menjadi salah satu destinasi yang disambangi wisatawan saat berada di pusat kota.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan, bahwa pihaknya telah memasukkan rencana peningkatan fasilitas di lokasi ini. Pembenahan dilakukan untuk memastikan kawasan tersebut semakin nyaman, aman, dan inklusif bagi seluruh kalangan, Kamis 21 Februari 2026.
Dengan langkah pembenahan yang direncanakan, Tugu Sabang Merauke di pusat Kota Sabang diharapkan semakin layak menjadi ruang publik kebanggaan masyarakat sekaligus destinasi yang merepresentasikan wajah Indonesia dari ujung barat negeri.
“Kami telah memasukkan rencana peningkatan fasilitas di Tugu Sabang Merauke ke dalam rencana kerja Dispar kedepan. Harapannya, dalam waktu dekat fasilitas yang kurang dapat segera disediakan agar pengunjung merasa lebih nyaman dan aman,” ujarnya.
Dikatakan, pengembangan kawasan tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan nilai simbolik dan sejarah yang terkandung di dalamnya.
“Tugu ini bukan hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga simbol keutuhan dan keberagaman Indonesia. Oleh karena itu, kami akan terus menjaga dan mempromosikannya dengan baik,” ujarnya.[ril | M Munthe]

















