PUISI Taufik Ismail: Lailatul Qadar

Lailatul Qadar

 Margasatwa tak berbunyi

Gunung menahan nafasnya

Angin pun berhenti

Pohon-pohon tunduk

Dalam gelap malam

Pada bulan suci

Qur’an turun ke bumi

Qur’an turun ke bumi

Inilah malam seribu bulan

Ketika cahaya sorga menerangi bumi

Ketika cahaya sorga menyinari bumi

Inilah malam seribu bulan

Ketika Tuhan menyeka airmata kita

Ketika Tuhan menyeka dosa-dosa kita.

 

Catatan redaksi: Taufiq Ismailsalah seorang penyair dan sastrawan besar Indonesia. Banyak karya-karya hebat yang telah diciptanya. Puisi-puisinya, lahir dari pikirannya yang tajam dan kritis.

Puisi tentang lailatul qadar ini merupakan hasil perenungan Taufik Ismail terhadap surat Al-Qadr ayat 1-5. Lailatul qadar turun di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.  Puisi ini juga telah dimusikalisasi oleh Grup band Gigi dengan nada yang dinamis.

Baca juga puisi Taufik Ismail yang lain: ‘Sajadah Panjang’, ‘Mencari Sebuah Masjid’[]

Baca Juga  PUISI Iranda NV: Cerita Secangkir Kopi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *