halaman7.com – Langsa: Aparat kemanan dari Kepolisian Polres Langsa sudah siap siaga berjaga jaga mengamankan aksi unjuk rasa Forum Korban Banjir Kota Langsa yang berlangsung pagi ini, Kamis 30 April 2026.
Amatan halaman7.com, aparat keamanan sudah berada di lokasi halaman Kantor walikota Langsa dan sejumlah sudut jalan seputar lokasi aksk demo.
Masyarakat yang tergabung dalam Forum Korban Banjir Kota Langsa ini menyatakan kembali menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran hari ini sebagai tindak lanjut protes terhadap penanganan bantuan banjir yang dinilai masih bermasalah dan belum terselesaikan bahkan hingga saat ini masih belum terealisir.
Surat pemberitahuan aksi telah diserahkan ke Polres Langsa, Senin, 27 April 2026, dan ditandatangani Koordinator aksi, Haprizal Roji.
Massa aksi yang diperkirakan sekitar 500 orang lebih akan berkumpul di lapangan Merdeka Langsa sekitar pukul 09.30 WIB.
Dalam surat disebutkan massa akan bergerak ke beberapa titik penting, antara lain gedung DPRK, kantor Walikota, Kantor Kejaksaan Negeri, Pendopo/Rumah Dinas Walikota, serta pusat pasar Kota Langsa.
Dalam tuntutannya, massa meminta agar pencairan bantuan uang banjir dilakukan secara adil tanpa diskriminasi dan nepotisme. Mereka juga meminta pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk meneliti pendataan bantuan demi akuntabilitas dan transparansi.
Jika ditemukan penyalahgunaan wewenang, Forum Korban Banjir menuntut DPRK Langsa agar meminta Walikota Langsa, Jeffry Sentana mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Selain isu banjir, aksi ini juga membawa tuntutan lain, yaitu penghentian penggusuran terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga korupsi terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Langsa.
Mereka juga meminta aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap Walikota Langsa terkait persoalan pendataan, penyaluran uang banjir, serta penggunaan dana BTT APBK 2025.[ril | Antoedy]

















