Catatan: Eddyanto SST
KABUPATEN Aceh Tamiang baru saja usai dilanda bencana alam hidrometreologi di penghujung Nopember 2025 lalu. Daerah ini luluh lantak , porak poranda dihantam banjir dahsyat, tak terkecuali Desa Suka Makmur Kecamatan Sekerak.
Bencana banjir hidrometeorologi yang melanda Desa Suka Makmur memicu luapan sungai yang merendam jalan dan jembatan penghubun serta menyebabkan desa ini terisolir akibat tumpukan kayu terbawa banjir.
Kini bencana telah usai, 6 bulan sudah peristiwa memilukan tersebut dan masih meninggalkan trauma mendalam bagi warganya yang seakan tak bertepi.
Namun harus diingat dan diyakini pula, ada hikmah dibalik setiap musibah tersebut. Tentunya semua atas kehendak Allah pemilik alam, dunia dan segala isinya.
Seiring waktu berjalan, pasca bencana, Aceh Tamiang kini berangsur bangkit, menata kembali kehidupan mereka, tidak terkecuali Desa Suka Makmur. Kebangkitan warga dan gerak pembangunan di desa ini terasa semakin cepat karena hadirnya Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 128.
Satgas TMMD Kodim Aceh Tamiang menjadikan desa ini sebagai fokus pembangunan untuk membuka dan mengeraskan serta pelebaran akses jalan penghubung desa yang sebelumnya masih berupa tanah berlumpur dan sangat sulit dilalui warga terlebih dimusim penghujan.
Secara topografi, Desa Suka Makmur didominasi dataran rendah hingga kawasan perbukitan. Sebagai desa yang berada di kawasan pedalaman, infrastruktur dan fasilitas umum di Suka Makmur mendapat perhatian dan pembangunan kali ini.
Penantian panjang masyarakat akan pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya yang selama ini mereka dambakan akhirnya terbayar tuntas lewat giat Kemanunggalan TNI-.Rakyat melalui TMMD.
Satgas TMMD dari TNI AD tersebut berhasil melakukan pengerasan dan pelebaran jalan sepanjang 5.950 m x 7 meter. Pembukaan jalan dan pelebaran badan jalan tesebut sudah lama ditunggu-tunggu warga Desa Suka Makmur dan Desa Baling Karang karena jalan tersebut merupakan akses warga dan petani menuju ke perkebunan maupun ke kota.
Tantangan Berat

Karena itu, pelaksanaan TMMD tahun ini memiliki makna strategis sebagai bagian dari percepatan pemulihan (recovery) pascabencana.
“Melalui tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kita arahkan program ini untuk memperbaiki infrastruktur yang terdampak, memulihkan akses ekonomi masyarakat. Serta memperkuat mitigasi struktural di wilayah perdesaan agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan,” harap Bupati.
Harapan Anak Desa

Kondisi jalan yang licin, becek dan berlumpur yang selama ini dihadapi anak anak dan warga tak menurunkan semangat anak-anak Suka Makmur sekitarnya untuk terus menuntut ilmu. Selain kondisi jalan yang menyulitkan, situasi tersebut juga berisiko terhadap keselamatan mereka.
Melihat kondisi itu, Satgas TMMD pun fokus untuk memprioritaskan percepatan pembangunan jalan ini. Sebagaimana ditegaskan Dansatgas TMMD, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya yang juga Dandim Aceh Tamiang.
Dansatgas juga merincikan terhitung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026. Personel Satgas TMMD juga merampungkan pembangunan jembatan Aramco 2 titik, pembangunan gorong-gorong 7 titik, pembuatan Sumur Bor 5 titik, pembangunan MCK 5 unit, Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 5 unit dan Ketahanan Pangan Luas 5 Hektar, penanaman pohon 200 Pohon.
Sementara untuk Sasaran Non Fisik, Satgas menggelar Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Penyuluhan Bahaya Narkoba, Penyuluhan Stunting, Penyuluhan Posyandu, Penyuluhan Kesehatan, Penyuluhan Pertanian, Penyuluhan Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Penyuluhan Hukum & Qanun atau Peraturan Daerah.
Kepala Tim Pengawasan dan Evaluasi (Katim Wasev) dari Mabes TNI, yang dipimpin Kolonel Inf Andrian Siregar meninjau langsung sejumlah sasaran fisik seperti pembukaan jalan, rehab RTLH, pembangunan Pelat Beton, pembangunan jembatan Aramco dan MCK serta sasaran lainya, 30 April 2026
Kolonel Inf Andrian Siregar mengapresiasi terhadap pelaksanaan TMMD Reguler ke 128 di wilayah Kodim Aceh Tamiang yang dinilainya antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini membuktikan sinergi antara TNI dan rakyat terjalin dengan baik.
Diharapkan hasil Program TMMD ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa.
“TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama Rakyat,’ tandasnya.
Pengobatan Gratis
Dalam TMMD ini juga ada pengobatan /pemeriksaan kesehatan gratis. Posko Pengobatan Gratis ini diadakan untuk mendukung kegiatan TMMD tahun ini.
Kapten Inf M Lumban Raja, Koordinator Pengobatan Gratis, menjelaskan semua gratis sama sekali, tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan bervariasi, dilakukan pengecekan penyakit kronis, tensi darah, pemeriksaan lab gula darah, pengobatan hipertensi, DM (kencing manis), penyakit kulit, gatal, batuk dan flu-pilek.
Juga ada Sosialisasi tentang stunting dengan harapan warga semakin memahami bahaya stunting dan mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
Dalam penyuluhan tersebut disampaikan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, balita, serta pola asuh yang baik guna mencegah terjadinya stunting sejak dini.
Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pola hidup sehat, serta rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Pasar Murah TMMD
Kehadiran pasar murah dalam TMMD Aceh Tamiang ini juga menjadi daya tarik dan magnet tersendiri bagi masyarakat Suka Makmur sekitarnya.
Tenda pasar murah yang diselenggarakan oleh Kodim Aceh Tamiang diserbu warga, menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi warga yang kurang mampu.
Warga memadati Pasar murah ini dikarenakan penjualan Sembako dengan selisih harga yang cukup signifikan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga warga terlebih pasca bencana hidrometeorologi 6 bulan silam.[]
[Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Jurnalistik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD ) ke 128 Tahun 2026 Kodim Aceh Tamiang]

















