Aceh Pemasok Terbesar Peredaran Narkoba di Indonesia

BNNP Aceh Bertekad Putus Mata Rantai

Kepala BNNP Aceh memaparkan upaya pemberantasan Narkoba di Aceh.[FOTO: h7 - andinova]

halaman7.com – Banda Aceh: Provinsi Aceh menjadi salah satu daerah terbesar pemasok peredaran Narkoba di Indonesia. Dimana, dilaporkan 40-50 persen peredaran Narkoba di Iindonesia berasal dari Aceh.

Kondisi ini tentunya membuat Badan Narkotika Nasional (BNN), terutama BNNP Aceh gerah dan bertekad untuk memutus mata rantai peredaran narkoba tersebut, guna mengembalikan citra positif Aceh.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani, mengakatan, sekarang  ‎40 persen Narkoba yang masuk dan beredar di Indonesia melalui Aceh. Terbaru dengan ditemukannya pabrik peracikan narkoba di Kabupaten Pidie dan menyita 1,2 ton sabu cair.

‎‎Dalam pemberantasan Narkoba ini, BNNP Aceh terus bekerja maksimal dan bersinergi dengan semua pihak, terutama Kepolisian, TNI dan Bea Cukai. Sepanjang 2026, BNNP Aceh menangkap 26 Kg Sabu dan puluhan hektare ladang ganja.

‎‎”Berbagai upaya pemberantasan harus terus kita dilakukan. Masalah utama yang harus dilakukan adalah memutuskan jaringan atau mata rantai pemasokan dan peredarannya,” tegas Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani, saat bersilaturrahmi dengan kalangan insane pers di Banda Aceh, Rabu 28 Oktober 2026, sore.

‎‎setidaknya ada berbagai upaya yang diakukan, mulai dari pemutusan produksi dengan menutup laboratorium ilegal yang ada; memutus logistik, dengan menghentikan jalur masuk dan pengiriman. Kemudian mengendalikan dan memutus perekrutan serta terakhir memutus keuangan, dengan menghentikan aliran dana kejahatan.

‎‎dikatakan, dalam pemberantasan narkoba ini, selain aparat kepolisian dan aparat hokum lainnya, Pemerintah juga harus ambil bagian. Selain itu peran keluarga, gampong, sekolah dan dayah juga komunitas sangat diperlukan.

‎‎seiring dengan upaya pemberantasan, di Aceh, saat ini juga sangat dibutuhkan balai rehabilitasi bagi para pengguna atau pecandu narkoba. Artinya tidak semua harus di penjarakan.

Baca Juga  Ini Strategi Pencegahan Narkoba di Aceh Tamiang

‎‎”Ini belajar dari pengalaman di luar negeri, dimana para pecandu itu di obati mental dan fisiknya,” ujar jenderal bintang satu polisi asli Aceh Besar ini.

‎Brigjen Dedy menyadari, sejauh ini faktor ekonomi menjadi penyebab utama maraknya peredaran narkoba di Aceh. Masyarakat mengambil jalan pintas untuk menjual atau mengedarkan narkoba guna lebih cepat dapat uang.

Disinilah peran penting pemerintah dalam membuka kesempatan kerja seluas-luasnya, sehingga  bisa menumbuhkan sektor ekonomi yang merata di semua Aceh.

Anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Ibrahim, yang ikut hadir dalam pertemuan itu mengaku sangat mendukung upaya pemberantasan narkoba di Aceh yang dilakukan BNNP Aceh. Pihaknya berharap citra positif Aceh bisa dikembalikan.

Anggota Komisi 3 DPR RI ini mengatakan, kondisi Aceh saat ini sangat memprihatinkan. Jika dulu Aceh dikenal dengan ganjanya, kini sudah dikenal dengan Sabu, apalagi baru-baru ini, pihak kepolisian termasuk BNN membongkat pabrik pembuatan sabu di Kabupaten Pidie.

“Ini harus mendapatkan perhatian semua pihak dan komponen masyarakat Aceh, biar citra Aceh sebagai daerah ‘Serambi Mekah’ tak ternodai dengan narkoba,” tegas politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Ampon Bram ini.[andinova | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *