Diduga Gangguan Jiwa, Anak Bacok Ayahnya di Tamiang

halaman7.com – Aceh Tamiang: Seorang anak yang diduga mengalami gangguan jiwa AD (31) tega membunuh ayah kandungnya sendiri Rusli di Dusun Rambutan, Desa Paya Kulbi Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Kamis 26 Maret 2020 sekitar pukul 21.30 Wib.

Pasca insiden berdarah itu, pelaku berhasil ditangkap dan diamankan oleh Personil Polsek Karang Baru bersama Unit Resmob Polres Aceh Tamiang serta dibantu masyarakat pada Jumat 27 Maret 2020 pukul 00.30 Wib.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian SIk MH melalui Kapolsek Karang Baru, Iptu Tarmidi membenarkan peristiwa tragis ini.

Terangnya, sekira pukul 19.30 wib korban Rusli bertengkar mulut dengan pelaku. Namun entah apa yang merasukinya, AD membacok Rusli sekira pukul 21.30 wib.Dimana sebelum peristiwa tersebut terjadi korban yang berada di dapur sempat menjerit memanggil istrinya, Sunarti.

Selanjutnya, istri korban yang berada di kamar langsung datang kebelakang untuk melihat apa yang terjadi.

Namun saat Sunarti membuka pintu untuk melihat apa yang terjadi tiba-tiba pelaku mengayunkan parang juga kearahnya namun Sunarti dengan reflek menutup pintu sambil menjerit meminta pertolongan tetangga.

Jeritan itu didengar Sakai, tetangga korban yang langsung datang kerumah tersebut, untuk melihat apa yang terjadi.

Sakai saat itu melihat Rusli (korban) sudah tidak bergerak dalam posisi terlungkup, diduga telah meninggal dunia.

Rusli terlihat terkena beberapa bacokan dibagian kepala akibat benda tajam. Sementara pelaku usai melakukan pembacokan tidak terlihat, diduga telah melarikan diri sambil membawa parang.

Menyaksikan peristiwa tersebut, Sakai, langsung melaporkan kejadian itersebut kepada Datok Penghulu yang kemudian diteruskan ke Polsek Karang Baru.

Kapolsek Karang Baru, Iptu Tarmidi bersama dengan sejumlah personel dan unit Identifikasi serta Satreskrim Polres Aceh Tamiang, langsung ke TKP untuk mengevakuasi korban ke RSUD Aceh Tamiang untuk dilakukan visum.

Dugaan sementara penyebab peristiwa pembunuhan tersebut adalah dikarenakan korban menegur AD terkait gagang cangkulnya dipotong pelaku, sehingga menyebabkan pelaku marah dan terjadi pertengkaran mulut yang kemudian membuat pelaku membacok korban sebanyak tiga kali.

Disebut sebut pelaku AD mengalami sakit gangguan jiwa dan sudah pernah menjadi Pasien dirawat Rumah Sakit Jiwa di Banda Aceh. Selama ini diduga sudah tidak meminum obat lagi, sehingga menyebabkan penyakitnya kambuh lagi.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *