Kalau Perantau yang pulang ke Aceh di Karantina, Pejabatnya Jangan di Lepas

halaman7.com – Jakarta: Aktivis Pro-Rakyat Tarmizi Age meminta semua pihak harus menghargai dan mematuhi semua kebijakan yang diambil pemerintah dalam hal penanganan penyebaran virus corona yang sedang merebak saat ini.

Pemerintah daerah jangan ada pilih kasih. Dimana, jika ada perantau yang kembali ke Aceh maka mereka akan dikenakan isolasi atau karantina mandiri, sedangkan pejabat dibiarkan bebas di luar rumah, padahal sama-sama baru pualg dari daerah yang rentan penyebaran virus corona.

“Kalau perantau yang pulang ke Aceh di kurung (isolasi), pejabat juga jangan di biarkan keluar, kita jangan angkuh terhadap aturan, kecuali hal mendesak,” tegas Tarmizi Age, putra kelahiran Aceh yang lama menetap di Denmark ini, Kamis 26 Maret 2020.

Dikatakannya, dari dari informasi yang diperolehnya, baru-baru ini, sejumlah pengurus salah satu partai di Kabupaten Bireuen, Aceh, di ketahui berangkat ke Jakarta, termasuk di dalamnya anggota DPRK setempat.

Jika tak salah, para kader tersebut, usai di Jakarta beberapa hari, lalu pulang ke Aceh, yang parahnya, kepulangan mereka ke Bireuen disaat-saat kondisi wabah penyakit Covid-19 maka hendaknya mereka di kurung sampai ke Aceh. Bila ini belum dilakukan hendaknya segera isolasi sekarang.

“Jangan giliran rakyat, di soraki, untuk tetap di kandang, giliran pejabat atau orang yang punya link ke pejabat, terus keluyuran (meu wet-wet),” tegas Mukarram nama akrab panggilan Tarmizi Age.

Mukkaram menyarankan, hati-hatilah, jangan sampai mengancam nyawa manusia lain karena sikap keegoan oknum tententu. Bagi yang sudah tau dan sudah kenal siapa saja mereka, dan belum di ketahui benar-benar negatif, setelah  adanya hasil tes Covod-19 dengan alat yang di tentukan, maka siap-siap jaga jarak.

“Covid-19, Virus Corona tak kenal saudara dan teman, sangat berbahaya. Plt Bupati Bireuen, harus peduli denga hal-hal yang begini, jangan sampai Bireuen tertular,” ujar Tarmizi dalam pernyataan tertulisnya.

Tengku dayah (ustaz-udtaz), santri, orang kapung, baca Qulja malam-malam, yang lain jangan bawa virus wabah Corona, bahaya sekali, tutup mantan Aktivis GAM Denmark ini.[red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *