Menembus Desa Terisolir, Pengabdian Sat Brimob Kompi 2 Aramiah

BERAWAL dari bincang-bincang bersama antara Komandan Kompi (Danki) Sat Brimob Kompi 2 Batalyon B Aramiah, Iptu Yozana Fajri Sidik AF, SIK dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Langsa, Putra Zulfirman dan sejumlah pengurus PWI lainnya di Kantor PWI di Kampung Jawa, Kecamatan Langsa Kota.

Dalam bincangnya itu, Iptu Yozana menanyakan kepada Putra Zulfirman, lokasi desa yang terpencil untuk bisa dikasih bantuan sembako ditengah masyarakat menghadapi pandemi Covid-19.

“Kalau komandan mau pergi ke Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur,” ujar Putra seraya menambahkan, disana merupakan lokasi desa pedalaman yang jauh dari pusat Pemerintahan Aceh Timur.

Tanpa ragu Iptu Yozana bersama personel Sat Brimob Kompi 2 Pelopor Batalyon B Aceh, Aramiah, pada Selasa 5 Mei 2020 langsung menuju ke lokasi Desa Pante Kera sembari membawa bungkusan sembako yang telah di paketkan para ibu Bhayangkari Sat Brimob.

Sekitar pukul 11.00 WIB Personel Sat Brimob Kompi 2 dipimpin Iptu Yozana melakukan perjalanan dengan sepeda motor menuju ke Desa Pante Kera dan petualangan dengan penuh tantanganpun di mulai. Dan kamipun, tiga orang wartawan Langsa menerima tantangan sang Komandan Pasukan Brigade Mobil Kompi dua ini untuk ikut merasakan sensasi perjalan tersebut.

Jarak pusat kota ke Pante Kera tak terlalu jauh, hanya 80 Km dan bila jalan normal di perkotaan hanya butuh 1 atau 1,5 jam perjalan saja. Tapi, untuk menembus Pante Kera, waktu tempuh selama empat jam dengan kondisi jalan yang dilintasi melalui sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupten Aceh Tamiang.

Bayangkan, tujuan ke Pante Kera, Aceh Timur, namun harus melintas tiga kabupaten/kota, yakni Kota Langsa, Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur sendiri. Tapi bagi seorang bhayangkara, itu bukalah rintangan yang berarti.

Petualangan menembus desa terisolir kami mulai saat berada di Desa Batu Bedulang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Jalan yang dilintasi mulai berbatuan dan terjal. Dua unit sepeda motor milik personel Sat Brimob yang membawa bahan sembako pun harus berjibaku melintasinya medan yang terjal, kubangan dan meliuk.

Matahari terik tak membuat Iptu Yozana bersama personel mundur Untuk meneruskan perjalanannya. usai salat Zuhur di Desa Bengkeulan, Kecamatan Bandar Pusaka.Meskipun terlihat wajah lesu dan bibir kering yang melakanaakan ibadah puasa dengan semangat prajurit mereka tak kenal lelah.

Dalam perjalanan Iptu Yozana mengatakan, bantuan sembako yang diberikan merupakan hasil sumbangan personel Sat Brimob setiap pelaksanaan apel pagi di markas brimob (Mako) yang berada Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Desa Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

“Kita setiap hari kumpul uang untuk bisa bersedekah membantu masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah hukum Sat Brimob Kompi 2 Pelopor Batalyon B dan ini sudah menjadi rutinitas dan ladang amal ibadah bagi kami,” ujarnya.

Bakti Brimob Aceh untuk Masyarakat

Dikatakan, penyaluran bantuan ini langsung kami berikan kepada warga kurang mampu agar tepat sasaran dengan cara mendatanginya dan bisa bertatap muka sembari melihat kondisi si penerima bantuan.

Selain itu, warga pun bisa melihat bagaimana sebenarnya personel Polri khususnya Sat Brimob yang benar-benar peduli terhadap warga dalam mengayominya. Ini bakti Brimob Polda Aceh untuk masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berbagi meskipun hanya untun 12 kepala keluarga (KK) kurang mampu di Desa Pante Kera.Sembako yang kita berikan berupa telur, beras dan mie instan. Meski nilainya tak seberapa, tapi ini kunci kita Brimob Polda Aceh untuk masyarakat,” ujarnya lagi.

Menyeberang dengan getek

Setelah bertarung dengan kondisi jalan aspal yang “mencair”, akhirnya, bibir desa Pante Kera sudah terlihat. Namun, satu rintangan lagi harus dilalui yakni menyeberang sungai dengan getek (rakit). Rakit adalah pintu gerbang untuk masuk ke Desa Pante Kera.

Selepas melewati pintu gerbang “getek”, Kepala Dusun (Kadus) Alue Merbau, Desa Pante Kera, Ali Umar menyambut para bhayangkara yang terkenal sebagai pasukan elite Polri itu.

Tidak butuh waktu lama, setelah sejenak melepas lelah dan bersilaturrahmi dengan kepala dusun, dengan menggunakan sepeda motor Iptu Yozana bersama personel pun langsung kembali bergerak untuk membagikan bantun sembako kepada warga kurang mampu dengan cara mendatanginya dari satu rumah ke rumah lainnya.

Begitu target akhir sudah didepan mata, yakni pada rumah keenam, Allah berkehendak lain, cuaca dan alam mulai tak bersahabat. Langit pun mulai mendung, guntur menggelegar beberapa kali dari langit dan tak lama kemudian hujan deras pun turun ke permukaan bumi.

Sembari menunggu reda hujan yang tak turun Iptu Yozana mengambil keputusan untuk menitipkan sisa bantuan sembako kepada Kepala Desa (Kades) Pante Kera, Suwono.

“Saya titipkan sembako ini kepada Pak Kades ya, agar bisa menyerahkan kepada warga kurang mampu disini dan hanya ini yang bisa kami berikan, jangan lihat apa yang kami berikan, tapi inilah bentuk kepedulian Sat Brimob untuk warga,” ujar Iptu Yozana.

Sementara Tuminah (50 tahun) warga setempat, mengucapkan terima kasih kepada Sat Brimob yang telah meluangkan waktu datang jauh-jauh kemari untuk memberikan bantuan sembako.

“Alhamdulillah dan terima kasih Bapak sudah sampai disini dan bersusah payah mau kemari untuk memberikan sembako buat kami, semoga amal ibadah bapak semua diterima Allah SWT,” ujarnya.

Disaat hujan masih mengguyur, Iptu Yozana putuskan untuk kembali ke Langsa dengan harapan bisa berbuka puasa disana. Namun, manusia hanya bisa berencana dan Allah yang menentukan semuanya. dalam perjalanan pulang dibawah guyuran hujan itu, mobil yang kami tumpangi tersangkut ditanjakan jalan yang berlumpur.

Tersangkut lumpur

Dan akhirnya, kamipun berbuka puasa di jalan dengan bekal seadanya dan tanpa penerangan yang cukup. Kondisi ini seakan Allah memberi contoh, begitulah nasib masyarakat di pedalaman yang baru kami kunjungi. Dengan makan seadanya dan tanpa penerangan yang cukup.

Perjalan harus tetap berlanjut, pengabdian Sang Brimob Aceh belum berakhir untuk masyarakat, demi Ibu Pertiwi. Bravo… Kompi 2 Yon B Pelopor Aramiah.[habib | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *