Ganti Rugi Belum Dibayar, Jalan di Langsa Timur Dipagar Pemilik

halaman7.com – Langsa: Jalan di Langsa Timur atau tepatnya di desa Kapa, dipagar pemilikinya. Aksi pagar jalan ini dikarenakan, Pemko Langsa melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Langsa, belum juga melakukan pembayaran ganti rugi lahan yang dijadikan lokasi pembangunan jalan.

Pantauan di lapangan, Minggu 21 Juni 2020, pemilik lahan memagar jalan yang sudah dilaksanakan pembangunan jalannya di desa tersebut.

Salah seorang ahli waris Farida Hanum warga, Gampong Baro, Kecamatan Langsa Lama, mengakui, awalnya saat hendak perencanaan pembangunan jalan, pemerintah setempat melalui Dinas PUPR, dan camat mendatanginya untuk menyampaikan nantinya lahan yang terkena pembangunan jalan akan dibayarkan.

Namun, hingga sudah dilaksanakan pengerjaan pembangunan jalannya, pihak pemerintah setempat, sama seklai tidak memberitahukannya, bahkan pengerjaan pun sudah selesai. Sedangkan, ganti rugi belum juga dilakukan.

“Saya sempat menyuruh anak saya untuk pergi ke Kantor Walikota Langsa, mempertanyakan pembayaran lahan milik saya. Saat itu, dijanjikan akan dibayar pada Febuari 2020 tapi belum juga dibayar kemudian dijanjikan pada April lalu dan hingga saat ini belum juga dibayarkan,” ujarnya.

Farida mengatakan, karena belum dibayarkan juga terpaksa pada Jumat 19 juni 2020, pihaknya memagar lokasi lahan miliknya.

“Kita heran saya dengan pemerintah setempat, waktu saat dikerjakan pembangunannya sama sekali tidak menyurayi atau memberitahukannya kepada kami bahwa sudah dibangun jalan, padahal belum dibayar,” ungkapnya

Hal senada juga dikatakan, Hj Mariamul Kiptiah, yang juga ahli waris, pihaknya tidak mau dibayar nantinya dengan cara dua kali pembayaran, karena sebelumnya sudah dijanjikan pembayaran pada Febuari lalu tapi sampai sekarang belum.

Menurutnya, seharusnya pengerjaan pembangunan jalan ini jangan dikerjakan terlebih dahulu sebelum lahannya dibayarkan. Bahkan, saaat dikerjakan pihak keluargsa sama sekali tidak diberitahukan.

“Kami harap pemerintah haris bijaksana saat melaksanakan pembangunan di Kota Langsa, jangan lahan milik masyarakat tanpa ada ganti rugi langsung melaksanakan pembangunan,” harapnya.

Sementara Sekretaris PUPR setempat, Adi Putra Wijaya Siregar, saat dikonfirmasi mengatakan, pembayaran ganti rugi masih dalam proses. Direncanakan dua bulan dibayarkan yakni Mei-Juni, karena menunggu hasil keputusan konsultan jasa penilai publik (KJPP).[habib | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *