Masyarakat Anggap Covid-19 Hoaks

halaman7.com  Banda Aceh: Camat Kuta Alam Reza Kamilin SSTP mengatakan, masih adanya beredarnya hoaks di media tentang virus Covid-19 itu tidak ada. Karenanya masyarakat Aceh semakin menyepelekan terhadap virus tersebut.

Untuk itu, camat mengajak semua warga pahami virus Covid-19 ini bukan virus yang biasa. Karena virus ini bisa sekejap merengut nyawa seseorang.

“Penyakit ini tidak Nampak,” ujar Camat Kuta Alam pada diskusi “Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Terkait Bahaya Covid-19”. Diskusi itu digelar di Kantor Geuchik Kuta Baro, Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis 23 Juli 2020.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Alam AKP Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat. Terutama terkait bahaya Covid-19 perlu dilakukan penegakan hukum.

Dalam penanganannya serta apa peranan aparat keamanan dalam percepatan penanganan Covid-19.

Dikatakan, aparat penegak hukum harus tegas mengkampanyekan Maklumat Kapolri. Bagi yang menghalangi tugas kepolisian terkait Maklumat Kapolri. Maka dapat dilakukan tindakan kepolisian yaitu sesuai dengan UU Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit.

Ancaman Pidana

Pasal 14 ayat 1: “Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. Diancam dengan pidana penjara selama-lamanya satu  tahun penjara”.

Ayat 2 “barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. Diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya  enam bulan penjara,” papar Kapolsek.

Wakil Walikota Banda Aceh H Zainal Arifin mengatakan, adanya wabah Covid-19, telah membawa perubahan yang sangat besar terhadap cara bekerja. Baik dalam melakukan perjalanan maupun berpergian. Hingga dalam menjalani kehidupan pada umumnya.

Berbagai telah dilakukan pemerintah. Baik Pemerintah pusat maupun kota untuk mengatasi wabah virus corona. Namun sejak pertama kali melaporkan kasus pertama pada awal maret, kasus virus corona di Indonesia masih belum juga terkendali.

Wakil Walikota mengatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh telah melaksanakan imbauan dan seruan guna mencegah penyebaran virus corona. Saat ini sedang bersiap memasuki fase kenormalan baru, kasus virus corona justrul semakin meningkat. Indonesia justru berpotensi menjadi episentrum baru di dunia.

Dikatakan, meskipun setiap hari gugus tugas covid-19 mengumumkan penambahan kasus positif. Namun bagi sebagian masyarakat hal tersebut hanya dilihat angka belaka.

“Karenanya, sebagai pemerintah harus terus memberikan sosialisasi yang tepat kepada masyarakat, salah satunya melalui kegiatan diskusi seperti hari ini,” tambahnya.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *