Duka Januari

Sahabat halaman7 yang berbahagia

JANUARI Belum jauh beranjak. Awal bulan di 2021 ini masih hitungan hari. Namun duka demi duka yang penuh luka dan air mata tak henti mengalir dari kandung ibu pertiwi.

Kabar duka yang penuh luka saban hari terus menyapa kita semua. Kabar duka yang menyesakan dada itu mulai dari bencana alamat berupa kecelakaan pesawat, gempabumi, longsor, banjir dan letusan gunung berapi hingga kita kehilangan sosok ulama yang jadi panutan ummat.

Semua rentetan duka itu seakan belum berakhir sampai sekarang dan entah sampai kapan. Hanya Allah SWT yang tahu itu semua. Karena memang itu Rahasia NYA.

Cerita duka diawali saat pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-524 jatuh. Pesawat tersebut jatuh diperkirakan di sekitar Pulau Laki pada, Sabtu 9 Januari 2021 siang. Setelah take off dari Bandara Soetta menuju Bandara Supadio, Pontianak.

Pada hari yang sama jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Longsor terjadi dua kali, pertama pukul 16.00 Wib dan longsor susulan terjadi pada pukul 19.00 Wib.

Akibat longsor ini, hingga Sabtu 16 Januari 2021, telah ditemukan 28 korban yang meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Sebanyak 1.020 jiwa mengungsi.

Ustadz Syekh Ali Jaber

Pada Kamis, 14 Januari 2021 duka mendalam mendera ummat muslim di tanah air. Ustadz Syekh Ali Jaber kelahiran Madinah Arab Saudi yang berkeliling Indonesia demi syiar Islam, meninggal dunia.

Berkat ketulusannya berdakwah di tanah air, Syekh Ali Jaber menjadi warga Negara Indonesia. Namanya pun masuk dalam salah satu jajaran penceramah dan ulama terbaik di Indonesia.

Pemilik nama lengakap Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber ini lahir di Madinah Februari 1976. Ia anak pertama dari 12 bersaudara dan menikah dengan Umi Nadia, wanita Indonesia asal Lombok, NTB, dan dikaruniai seorang anak bernama Hasan.

INFO Terkait:

Sehari meninggalnya Ustadz Syekh Ali Jaber, gempa berkekuatan 6,2 SR menguncang Sulawesi Barat (Sulbar). Gempa yang terjadi pada Jumat 15 Januari 2021 dini hari, sekitar pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat mengakibatkan korban jiwa hingga saat ini 73 orang meninggal dunia.

Duka di bumi Sulawesi belum berakhir. Banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara akibat hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil pada Sabtu 16 Januari 2021 pukul 15.09 WITA. Dengan tinggi muka air sekitar 50 sampai 300 sentimeter.

Peristiwa ini menyebabkan lima orang meninggal dunia. Satu orang hilang dan masih dalam pencarian. Sebanyak 500 jiwa mengungsi yang masih dalam proses pendataan.

Pada hari yang sama, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Semeru masih dalam level II atau ‘Waspada’. Menyusul terjadinya Awan Panas Guguran (APG) yang meluncur sejauh kurang lebih 4 kilometer. Disertai guguran lava dengan jarak luncur antara 500-1.000 meter dari Kawah Jonggring Seleko ke arah Besuk Kobokan pada Sabtu 16 Januari 2021 pukul 17.24 WIB.

INFO Terkait:

Ada lagi sejumlah bencana terjadi di tanah air pada Januari ini. Seperti banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan musibah lainnya di tanah air. Termasuk longsor di Aceh, meski sekala kecil.

Kita berharap, semoga bencana demi bencana ini segera bisa berlalu. Yakinlah, semua bencana ini adalah teguran Allah SWT untuk kita semua di muka bumi ini. Tinggal kita semua bisa menyikapinya dan mengambil hikmah di balik segala musibah yang terjadi ini.[h7]

Facebook Comments
(Visited 103 times, 1 visits today)
344 views

Satu tanggapan untuk “Duka Januari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *